MANAJEMEN AGRIBISNIS WISATA PETIK APEL DI CV MANDIRI UTAMA KOTA BATU JAWA TIMUR

MUCLISIN; MARSYA ZULFIA ZALSADILLAH; KURNIA FIRDATUS ZAIFAH; KHU (2022) MANAJEMEN AGRIBISNIS WISATA PETIK APEL DI CV MANDIRI UTAMA KOTA BATU JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23781-190321100063-LAPORAN PKL_PETIK APEL MANIDIRI.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23781-190321100063-LAPORAN PKL_PETIK APEL MANIDIRI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang
dilakukan manusia guna menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri
atau sumber energi, dan untuk mengelola lingkungan hidupnya. Sektor
pertanian memiliki dua arti yakni pertanian dalam artian luas dan pertanian
dalam arti sempit. Pertanian dalam arti sempit adalah proses pengolahan
tanaman. Sedangkan pertanian dalam artian luas tidak hanya meliputi proses
pengolahan tanaman saja, namun juga mempelajari pertanian secara
keseluruhan yang meliputi subsektor peternakan, subsektor kehutanan,
subsektor perikanan, dan subsektor hortikultura (Soetriono dan Suwandari,
2016).
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor dari sektor
pertanian yang dapat meningkatkan devisa negara dan menyerap cukup
banyak tenaga kerja. Salah satu subsektor perkebunan yang dibudidayakan
di Indonesia yakni buah-buahan. Perencanaan yang harus diperhatikan
dalam proses pengolahan buah yakni pengolahan buah dengan tepat, sebab
buah apel termasuk dalam produk pertanian yang mudah busuk atau mudah
rusak. Upaya yang dapat dilakukan agar hasil tanaman berkualitas baik yakni
dengan penggunaan varietas yang unggul, penggunaan pupuk dengan dosis
yang tepat (baik organik maupun anorganik), pengendalian hama dan
penyakit, pengaturan jarak tanam dan ketepatan waktu panen.
Apel (Malus sylvestris) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal
dari Asia Barat dengan iklim subtropis. Buah apel dapat tumbuh di Indonesia
setelah beradaptasi dengan iklim di Indonesia, yaitu iklim tropis. Penanaman
apel di Indonesia dimulai sejak tahun 1934 dan berkembang pesat pada
tahun 1960 hingga sekarang. Apel di Indonesia dapat tumbuh dan berbuah
baik di dataran tinggi, khususnya di kawasan Malang (Batu dan
Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jawa Timur. Buah apel memiliki
beberapa kandungan yang baik bagi kesehatan, diantaranya sumber
karbohidrat yang tinggi, zat Pectin sebagai pencegahan penyakit, vitamin c,
Quarcetin untuk pencegahan kanker, penetralisir racun dalam tubuh, dan masih banyak manfaat lain yang terkandung dalam buah apel. Terdapat
beberapa varietas apel yang cocok dibudidayakan di Indonesia, yakni apel
jenis Manalagi, Anna, Rome Beauty, Wanglin (Lali jiwo) dan Princess Noble.
Jenis-jenis apel tersebut diketahui dapat tumbuh dengan baik di iklim tropis
seperti Indonesia (Baskara, 2010).
Kota Batu merupakan sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Kota ini dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Malang, yang kemudian
ditetapkan menjadi kota administrative pada tanggal 06 Maret 1993. Pada
tanggal 17 Oktober 2001, Batu ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah
dari Kabupaten Malang. Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata
terkemuka di Indonesia karena memiliki potensi keindahan alam yang luar
biasa. Kota Batu merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal
dengan Malang Raya (wilayah Metropolitan Malang). Topografi kota Batu
termasuk kedalam wilayah datarang tinggi, yang membuat Kota Batu ini
sangat cocok untuk ditanamai tanaman apel. Menurut Badan Pusat Statistik
(2020) produksi tanaman apel di Kota Batu pada tahun 2018 sebesar 54.5
ton sedangkan produksi di tahun 2019 meningkat menjadi sebesar 50.5 ton.
Sistem agribisnis apel di Kota Batu sudah terbangun sejak lama, dan
dalam perkembangannya mengalami dinamika pasang surut sesuai dengan
permasalahan yang ada pada masa tersebut. Secara umum, terdapat
beberapa permasalahan dan isu penting yang dihadapi dalam perkembangan
agribisnis apel pada saat ini yakni penurunan mutu lahan, harga buah yang
sangat fluktuatif, akses permodalan bagi petani kecil lebih sulit serta
kelembagaan yang belum optimal. Produktivitas buah apel di Kota Batu
mengalami penurunan tiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena sulitnya
mencari buruh tani, biaya produksi yang meningkat, serta terlebih lagi
kurangnya tenaga kerja pertanian apel dari kalangan generasi muda di Kota
Batu, sebab rata-rata buruh tani sudah berumur (Susilowati, 2016).
Terlepas dari berbagai permasalahan tersebut, aset paling penting dalam
usahatani dan agrowisata adalah sumber daya manusia (SDM), dimana hal
tersebut berada di seluruh sudut struktural organisasi. Oleh karena itu,
sangat diperlukan aspek tersebut dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Program-program yang dilaksanakan di Wisata Petik Apel Mandiri bertujuan
untuk pemberdayaan masyarakat sekitar untuk meningkatkan nilai ekonomis komoditas apel. Program-program tersebut dirancang untuk dapat
mengembangkan daya saing komoditas apel di pasar. Program-program
tersebut diarahkan untuk memanfaatkan keunggulan komparatif dan peluang
khususnya wilayah Jawa Timur.
Wisata Petik Apel Mandiri merupakan salah satu pelopor Wisata Agro
berbasis Eduwisata (Wisata Edukasi) yang berdiri sejak tahun 2012. Dari
Kota Malang berjarak sekitar 20 km atau kurang lebih 60 menit dengan
berkendara. Sebelum didirikannya Wisata Petik Apel Mandiri, di Kecamatan
Bumiaji terdapat Desa Wisata Tulungrejo yang memberikan layanan wisata
edukasi petik apel. Namun seiring berjalannya waktu, Desa Wisata
Tulungrejo sudah tidak terkelola dengan baik, maka terbentuklah beberapa
provider petik apel, salah satunya adalah Wisata Petik Apel Mandiri.
Harapan utama dari penyelenggaraan Praktik Kerja Lapang ini disamping
meningkatkan kehalian mahasiswa sesuai dengan tunutan dunia kerja,
mahasiswa juga mampu memiliki etos kerja yang tinggi, melalui berbagai
kegiatan penelitian terkait budidaya tanaman apel, kegiatan pengolahan apel,
kegiatan pemasaran apel, manajemen sumber daya manusia, dan
agrowisata. Sehingga nanti outputnya dapat diketahui intensitas dan
perkembangannya di masa yang akan datang.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MUCLISIN; MARSYA ZULFIA ZALSADILLAH; KURNIA FIRDATUS ZAIFAH; KHU
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN AGRIBISNIS; WISATA PETIK APEL; CV MANDIRI UTAMA KOTA BATU JAWA TIMUR
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:41
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5411

Actions (login required)

View Item
View Item