TRUNOJOYO-KP-23780-190331100105-HIDAYATUL MAQBULAH#190331100105 pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Sanitasi adalah penerapan dari prinsip-prinsip yang akan membantu dalam
memperbaiki, mempertahankan atau mengembalikan kesehatan yang baik pada
manusia. Penerapan sistem sanitasi merupakan dasar untuk menerapkan HACCP,
dimana HACCP tidak hanya diperuntukkan bagi industri pangan skala besar namun
juga industri pangan skala kecil. Sanitasi pangan erat kaitannya dengan sanitasi
lingkungan dimana produk makanan disimpan, ditangani, diproduksi atau
dipersiapkan (Adriyani & Soeprapto, 2009). Sanitasi adalah penciptaan atau
pemeliharaan kondisi yang mampu mencegah terjadinya kontaminasi makanan atau
terjadinya penyakit yang disebabkan oleh makanan (Atmoko, 2017).
Prosedur standar operasi sanitasi sangat perlu dalam penerapan prinsip
pengelolaan lingkungan yang dilakukan melalui kegiatan sanitasi dan higiene.
Program tersebut adalah prosedur operasi standar sanitasi (Sanitation Standart
Operating Procedures/SSOP) dan cara produksi makanan yang baik (Good
Manufacturing Practices/GMP). Good Manufacturing Practices (GMP) adalah
persyaratan dasar yang semestinya dipenuhi oleh suatu perusahaan yang ingin
menghasilkan pangan yang bermutu dan aman secara konsisten. Persyaratan dalam
Good Manufacturing Practices (GMP) mencakup persyaratan untuk persyaratan
produksi, persyaratan lokasi, bangunan dan fasilitas, peralatan produksi dan
karyawan (Putra & Triastuti, 2018).
Pentingnya masalah sanitasi menjadikan acuan untuk dibahas secara
menyeluruh. Kasus-kasus keracunan makanan sering terjadi akibat mengkonsumsi
produk olahan yang tidak higienis yang diakibatkan oleh mikroba patogen atau
pembentuk racun karena sistem sanitasi yang berlaku masih rendah. Sumber
kontaminasi produk yang paling utama berasal dari peralatan, pekerja, sampah,
serangga, tikus, dan faktor lingkungan seperti udara dan air. Dari seluruh sumber
kontaminasi tersebut, pekerja adalah paling besar pengaruh kontaminasinya
(Mariatun & Jauhari, 2018).
Penerapan sanitasi dan higiene pada proses produksi ikan teri nasi dapat
menumbuhkan kesadaran akan hubungan antara dunia industri dengan dunia pendidikan. Maka diperlukan sistem pendidikan yang dapat menghubungkan
keduanya dalam satu bentuk program yaitu program Praktik Kerja Lapang (PKL)
di PT. Marinal Indoprima Kabupaten Pamekasan. Pada Praktik Kerja Lapang ini
diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa sebelum
memasuki dunia kerja dan dapat membandingkan antara teori dan praktik yang
telah dilakukan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM HIDAYATUL MAQBULAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | SANITASI INDUSTRI; PROSES PRODUKSI TERI NASI; PT. MARINAL INDOPRIMA KABUPATEN PAMEKASAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:41 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5410 |
