PROSES PRODUKSI KARET ALAM DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR

WENTI SUSILAWATI SIHOMBING (2021) PROSES PRODUKSI KARET ALAM DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23770-180331100082-PKL_180331100082.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23770-180331100082-PKL_180331100082.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Indonesia termasuk negara produsen karet terbesar dengan luas areal sebesar
3,5 juta Ha. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018), terdapat 5 provinsi
sebagai produsen karet kering terbesar di Indonesia yaitu Sumatera Selatan
28,1%, Sumatera Utara 11,8%, Riau 9,4 %, Jambi 9% dan Kalimantan Barat
7,3%. Selain sebagai produsen karet terbesar, Indonesia juga menjadi negara
pengekspor karet terbesar kedua setelah Thailand. Beberapa negara yang menjadi
tujuan ekspor karet Indonesia adalah Unites States 605,97 ribu ton, Japan 483,72
ribu ton, India 302,85 ribu ton, China 252,02 ribu ton dan korea 189,54 ribu ton.
Selain dari luas lahan pohon karet yang tersedia cukup besar di Indonesia, yang
paling penting adalah proses produksi yang dilakukan untuk menghasilkan proses
produksi karet yang tepat dan berkualitas. Menurut Herawati dan Dewi (2016),
proses produksi adalah metode, teknik dan cara yang digunakan untuk menambah
atau menciptakan fungsi suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber
berupa tenaga kerja, mesin, bahan dan biaya. Proses produksi akan berhasil oleh
beberapa faktor yaitu faktor bahan baku, tenaga kerja, modal dan keahlian tenaga
kerja.
Perkembangan produksi karet dunia lima tahun terakhir mengalami
peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan 3,11% per tahun dan tidak hanya itu
pada tahun 2017 terjadi kenaikkan harga karet yang sangat signifikan sampai
tahun 2018. Di pasar domestic, ekspor dan impor karet alam selalu mengalami
peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan 1,76% dan 2,28% per tahun yang tidak
jauh berbeda dengan kegiatan produksi dan import karet alam yang mengalami
peningkatan sebesar 1,78% dan 2,34% per tahun. Slab lump adalah jenis karet
alam yang sangat banyak dihasilkan oleh petani karet Indonesia dengan harga
yang mengalami penurunan sebesar 8,48% selama periode 2013-2017. Berbeda
dengan harga sheet, pada tahun 2017 terjadi peningkatan sebesar 9,87% (Syarifa
dan Radite 2020).
Status industri karet Indonesia akan berubah dari pemasok bahan mentah
menjadi pemasok barang setengah jadi maupun bahan jadi yang memiliki nilai
tambah lebih tinggi dengan melakukan pengelolaan lebih lanjut dari hasil tanaman karet. Hasil utama dari pohon karet adalahh lateks yang dapat diperdagangkan
dalam bentuk lateks segar, slab/koagulasi ataupun sheet asap yang selanjutnya
akan diproduksi oleh pabrik yang hasilnya nanti akan menjadi bahan baku
berbagai industri hilir seperti ban, sepatu karet dan lain sebagainya (Harahap dan
Bhima 2018). Menurut Ali et al. (2010), tahapan yang paling penting dalam
proses produksi lateks adalah proses pembekuan yang disebut dengan proses
koagulasi lateks. Penggumpalan pada lateks disebabkan oleh penambahan asam
pada proses koagulasi lateks. Hasil proses koagulasi lateks akan diolah lebih
lanjut menjadi lembaran karet kering. Selain itu juga, lateks dapat mengumpal
tanpa dilakukan proses pengolahan ataupun tanpa menambahkan asam dimana
pengumpalan terjadi secara alami yang disebut dengan prakoagulasi lateks.
Kualitas karet kering yang dihasilkan dari proses koagulasi lateks akan berbeda
dengan prakoagulasi lateks baik dari segi warna, tekstur dan harga karet kering.
Kondisi perdagangan karet alam yang semakin lama mengalami perbaikan
yang sejalan dengan makin meningkatnya bidang perindustrian yaitu salah
satunya PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon. Perseroan
Terbatas (PT) Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon yang berada
di Kediri Jawa Timur tidak hanya mengolah komoditi karet saja, tetapi juga
komoditi kopi dan kakao. Getah Karet atau lateks yang dihasilkan oleh PT.
Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon akan diolah menjadi lembaran karet
kering yaitu Thin Brown Crepe (TBC) yang memiliki 2 jenis mutu yang berbeda
yaitu TBC mutu 1x dan TBC mutu 2x. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji
proses pembuatan Thin Brown Crepe (TBC) di PT. Perkebunan Nusantara XII
Ngrangkah Pawon yang selama ini telah dilakukan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WENTI SUSILAWATI SIHOMBING
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords PROSES PRODUKSI; KARET ALAM; PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:41
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5393

Actions (login required)

View Item
View Item