TRUNOJOYO-KP-23745-190311100055-Emi Kholishotul Mafazah#190311100055#Agroekoteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Pertanian organik berperan melestarikan lingkungan dan memberikan
keuntungan sehingga merupakan salah satu alternatif pertanian yang
berkelanjutan. Sistem pertanian organik adalah suatu sistem manajemen produksi
yang holistik untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem,
diantaranya keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah
(Peraturan Menteri Pertanian RI, 2013). Cara budidaya tanaman organik adalah
dengan pengelolaan tanaman menggunakan bahan organik sebagai sumber hara
tanpa menggunakan pupuk anorganik (Lasmini et al., 2019). Memelihara dan
meningkatkan bahan organik ke dalam tanah bisa mengurangi efek negatif dari
kekeringan disamping meningkatkan produktivitas tanaman (Yulianto, 2016).
Komunitas Pertanian Organik Brenjonk ini membudidayakan tanaman
secara organik, terutama sayur-sayuran dan produk unggulannya yaitu beras
organik meliputi beras putih, beras merah, beras cokelat, dan beras hitam.
Komunitas Pertanian Organik Brenjonk ini memilih sistem budidaya secara
organik karena sistem budidayanya ramah lingkungan yang dapat secara berlanjut
memperbaiki kondisi lahan, sehingga dapat memenuhi sistem pertanian
berkelanjutan. Produk pangan organik Brenjonk telah mendapat sertifikat organik
dari lembaga Pamor Indonesia dan Infoam Network.
Salah satu produk sayuran organik dari Komunitas Pertanian Organik
Brenjonk yaitu tanaman caisim (Brassica juncea). Di Indonesia tanaman caisim
dibudidaya pada tempat yang berdataran tinggi maupun dataran rendah,
sedangkan tanah yang baik untuk budidaya tanaman caisim yaitu memiliki tekstur
gembur, banyak mengandung humus, subur, dan saluran pembuangan air yang
baik (Hariyadi, Ali, & Nurlina, 2017).
Tanaman caisim termasuk jenis sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi
tinggi di Indonesia. Sebagai sayuran, caisim mengandung berbagai khasiat bagi
kesehatan. Kandungan yang terdapat pada caisim adalah protein, lemak,
karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Manfaat caisim
dapat menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta
memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Pengembangan budidaya tanaman
caisim memiliki prospek yang bagus untuk mendukung dalam meningkatkan
pendapatan petani serta peningkatan gizi masyarakat, sehingga mahasiswa
melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Komunitas Pertanian Organik
Brenjonk yang merupakan salah satu Komunitas yang membudidayakan tanaman
secara organik, terutama sayur-sayuran yang terdapat di Trawas, Mojokerto.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EMI KHOLISHOTUL MAFAZAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; CAISIM; KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK, TRAWAS, MOJOKERTO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5337 |
