BUDIDAYA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO

NUR AMALIS SOLEHAH (2022) BUDIDAYA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23737-190311100065-LAPORAN PKL_NUR AMALIS SOLEHAH_190311100065_Fixx.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23737-190311100065-LAPORAN PKL_NUR AMALIS SOLEHAH_190311100065_Fixx.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang sangat berperan dalam
kehidupan manusia, karena merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral yang
sangat dibutuhkan dalam tubuh manusia. Selain itu, tanaman hortikultura juga
merupakan sumber gizi yang menjadi pelengkap makanan pokok yang dapat
mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Jenis jenis tanaman hortikultura terdiri
dari tanaman buah (fruitkultura), tanaman sayur (olerikultura), tanaman bunga
(florikultura), tanaman obat (biofarmaka) dan taman (landscape).
Sayuran merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang mempunyai
mempunyai peranan penting sebagai bahan pangan karena memiliki sumber serat,
vitamin, dan mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan manusia.
Sayuran merupakan komoditi yang memiliki prospek cerah, karena dibutuhkan
sehari-hari dan permintaan sayuran cenderung terus meningkat sebagaimana jenis
tanaman hortikultura yang lain, kebanyakan tanaman sayuran mempunyai nilai
komersial yang cukup tinggi. Kenyataan ini dapat dipahami sebab sayuran
senantiasa dikonsumsi setiap saat. Sayuran sehat adalah sayuran yang
dibudidayakan dengan pengelolaan secara organik karena proses budidayanya
menggunakan bahan–bahan organik yang tentunya bebas dari bahan–bahan kimia
sehingga mendukung kadar gizi didalam sayur.
Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran sudah lama
dikenal di Indonesia. Tanaman seledri memiliki banyak manfaat. Seledri dapat
digunakan sebagai tanaman biofarmaka, yaitu untuk mengobati berbagai penyakit
seperti demam, flu, gangguan pencernaan, limpa dan hati. Umumnya, pada daun
dan tangkai tanaman seledri dapat digunakan sebagai bumbu masak atau pelengkap
pada berbagai makanan berkuah seperti soto, sup, bubur ayam, salad, dan
lainnya. (Hendrika et.al 2017)
Menurut Putera (2008), seledri adalah tumbuhan serba guna. Seledri dapat
digunakan sebagai tanaman obat-obatan, yaitu untuk mengobati berbagai penyakit
seperti demam, flu, penyakit pencernaan, penyakit limpa, dan hati. Berdasarkan
penelitian, daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C, serta psoralen yang merupakan zat kimia yang dapat
menghancurkan radikal bebas penyebab penyakit kanker. seledri juga mengandung
natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium
yang menyangkut di ginjal dan sendi. Seledri juga mengandung magnesium
yang berfungsi menghilangkan stres.
Seledri daun tumbuh pada kondisi tanah yang agak kering. Seledri batang
lebih cocok tumbuh pada tanah yang mengandung pasir, kerikil, dan sedikit air,
sedangkan seledri umbi tumbuh baik di tanah yang gembur dan banyak
mengandung air, bentuk batangnya membesar seperti umbi di permukaan tanah
(Putera, 2008). Di Indonesia, seledri yang paling banyak ditanam diantara ketiga
jenis tersebut adalah seledri daun (Apium graveolens L. Var. Secalinum Alef)
(Sunarjono 2011).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NUR AMALIS SOLEHAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; SELEDRI; KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK MOJOKERTO
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:40
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5325

Actions (login required)

View Item
View Item