TRUNOJOYO-KP-23735-190311100098-Elok Setiyowati Prastiwi Asri#190311100098#Agroteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman tebu (Saccharum officinarum) merupakan komoditi tanaman
perkebunan yang dibudidayakan karena bernilai ekonomi tinggi serta menjadi
sumber devisa negara karena tebu merupakan penghasil utama gula di
Indonesia (Astuti et al., 2020). Di dunia produksi gula, sekitar 65% berasal dari
bahan baku tebu (Sari et al., 2021). Gula digunakan sebagai bahan baku
penyedap makanan atau bahan baku industri sehingga kebutuhan masyarakan
Indonesia akan gula terus meningkat setiap tahunnya, hal ini diikuti oleh
pertumbuhan masyarakat dan keragaman farian makanan (Hairufin, 2016).
Pada budidaya nya tebu memerlukan waktu tanam selama 11 sampai 12 bulan
agar dapat dipananen.
Pada umumnya di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tebu dilakukan
budidaya secara konvensional dengan peluang terkontaminasi penyakit tinggi,
selain itu pada perbantakan secara konvensional tidak dapat mewarisakan sifat
unggul dari induknya (Minarsih, 2013). Pada usaha memenuhi permintaan bibit
tebu dengan cara konvensional masih belum dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat Indonesia sehingga diperlukan upaya yang dapat menyokong
kebutuhan akan benih tebu. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan metode
kultur jaringan, pengaplikasian kultur jaringan dapat menghasilkan produksi bibit
tebu secara masal, cepat dan bebas dari patogen (Astuti et al., 2020). Tahapan
dalam kultur jaringan meliputi isolasi bahan tanam dari bahan induk, sterilisasi
eksplan, penanaman eksplan pada media steril (culture establishment),
perbanyakan propagul, pengakaraan, aklimatisasi dan pemindahan tanaman di
lapang (Dwiyani, 2015).
Pada laporan Praktik Kerja Lapang ini difokuskan untuk membahas tahapan
aklimatisasi pada tanaman tebu di Di Nurseri Tanaman Perkebunan Balai Besar
Perbenihan Dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Jawa
Timur. Kegiatan aklimatisasi terbagi menjadi dua tahapan yaitu aklimatisasi 1
dan 2 yang memiliki perbedaan pada media tanam dan tempat tumbuhnya.
Pembagian tahapan aklimatisasi ini memiliki maksud untuk mempermudah
pengadaptasian benih tebu terhadap lingkungandiluarlaboratorium.
Nurseri Tanaman Perkebunan Balai Besar Perbenihan Dan Proteksi
Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Jawa Timur merupakan balai yang menaungi bidang perbenihan dan proteksi tanaman. Pada kegiatan perlindungan
serta proteksi tanaman pihak balai melakukan upaya yang optimal untuk
mempertahankan keadaan tanaman agar tetap sehat. Kegiatan kultur jaringan di
Nursery dilaksanakan untuk memberikan bantuan bibit tebu yang bebas penyakit
kepada para petani sehingga tercipta swasembada tebu bagi masyarakat
Indonesia. Hal tersebut yang melatar belakangi ketertarikan mempelajari kultur
jaringan tanaman tebu.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ELOK SETIYOWATI PRASTIWI ASRI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | AKLIMATISASI; KULTUR JARINGAN TANAMAN; TEBU; NURSERI TANAMAN BBPPTP SURABAYA, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5323 |
