MANAJEMEN AGRIBISNIS DI CV. TANI ORGANIK MERAPI

FARIDATUL JANNAH; FAWWAZ ALWI TSANI; SITI NURIDAYANTI RAHMAN; AR (2022) MANAJEMEN AGRIBISNIS DI CV. TANI ORGANIK MERAPI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23732-190321100086-LAPORAN PKL CV. TOM.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23732-190321100086-LAPORAN PKL CV. TOM.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara agraris yang memiliki sumber daya
alam yang sangat melimpah. Adanya pembangunan pertanian yang strategis
akan berdampak positif pada sistem perekonomian nasional (Dadi, 2021).
Kelestarian sumberdaya lahan dan mutu lingkungan merupakan hal yang
sangat penting bagi keberlanjutan pertanian Indonesia. Pertanian dapat dibagi
menjadi beberapa sub sektor yaitu tanaman pangan, perkebunan, hortikultura,
kehutanan, peternakan, dan perikanan. Potensi kegiatan pertanian
berdampak pada ketahanan pangan Indonesia. Ketahanan pangan dapat
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satu
peningkatan jumlah permintaan pangan terjadi pada produk hortikultura yaitu
sayuran daun (Handayani, 2019) yang diacu dalam (Listiani et al., 2020)
Hortikultura merupakan sub sektor pertanian yang berhubungan dengan
tanaman pekarangan yang meliputi buah-buahan, sayuran, dan tanaman hias.
Berdasarkan fungsinya, tanaman hortikultura dapat memenuhi kebutuhan
jasmani karena banyak mengandung sumber vitamin, protein, dan mineral.
Selain itu manfaat dari adanya produksi sayuran dan buah-buahan adalah
memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan
meningkatkan devisa negara. Produk hortikultura memiliki potensi yang
sangat potensial untuk dikembangkan. Selain potensinya yang sangat besar,
tanaman hortikultura juga memiliki permasalahan yaitu tidak memiliki daya
simpan yang lama, memerlukan tempat yang luas, mudah rusak dalam proses
pengangkutan, dan harganya yang sering mengalami fluktuasi.
Saat ini masyarakat sudah banyak yang sadar akan pentingnya pola hidup
sehat. Pola hidup sehat dapat dimulai dari mengonsumsi makanan yang
sehat. Masyarakat mulai meningkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan
yang berlabel organic (Widyastuti, 2018). Sayuran organik merupakan sebuah
produk organik yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Luas lahan
sayuran organik memuncak pada tahun 2016 yang mencapai 400 hektar
(Institute et al., 2019).
Gambar 1. 1 Luas Lahan Sayuran Organik Menurut SPOI 2019
Salah satu daerah yang mengembangkan pertanian organik di
Indonesia terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu CV. Tani Organik
Merapi (TOM). CV. Tani Organik Merapi merupakan sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang sayuran organik. Sayuran organik merupakan sayur yang
dibudidayakan tanpa adanya bahan kimia baik saat proses pemupukan
ataupun saat penyemprotan hama. Dalam setiap harinya CV. Tani Organik
Merapi selalu mendapatkan pasokan sayuran organik dari para petani mitra.
Jumlah permintaan sayuran organik di setiap harinya di bulan Januari
2022 menunjukkan jumlah permintaan yang fluktuatif pada tanggal 3 Januari
2022 jumlah permintaan sayuran organik mengalami peningkatan yang cukup
tinggi sebesar 1215 pcs. Sedangkan jumlah permintaan terendah terjadi pada
tanggal 9 Januari 2022 sebesar 674 pcs. Berdasarkan hasil wawancara dengan
manajer CV. Tani Organik Merapi, adapun faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya peningkatan dan penurunan jumlah permintaan sayuran organik di
CV tani organik Merapi yaitu pendapatan, harga, usia, dan gaya hidup dari
konsumen.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FARIDATUL JANNAH; FAWWAZ ALWI TSANI; SITI NURIDAYANTI RAHMAN; AR
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN AGRIBISNIS; CV. TANI ORGANIK MERAPI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:40
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5315

Actions (login required)

View Item
View Item