STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI EKOWISATA CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION (CMC) TIGA WARNA DI CLUNGUP 2 BAGIAN TIMUR, DESA TAMBAKREJO, KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG

MOCH. YUSRON (2022) STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI EKOWISATA CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION (CMC) TIGA WARNA DI CLUNGUP 2 BAGIAN TIMUR, DESA TAMBAKREJO, KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23730-190351100065-Moch. Yusron_190351100065_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23730-190351100065-Moch. Yusron_190351100065_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Pada tahun 1999 luas hutan mangrove di Indonesia sebesar 8,6 juta hektar
dan yang mengalami kerusakan sekitar 5,30 juta hektar. Kerusakan tersebut antara
lain disebabkan oleh konversi mangrove menjadi kawasan pertambakan, kawasan
pemukiman, dan kawasan industri. Menurut direktorat jenderal rehabilitasi lahan
dan perhutanan sosial, kerusakan tersebut disebabkan oleh konversi mangrove
yang sangat intensif pada tahun 1990-an menjadi pertambakan terutama di Jawa,
Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dalam rangka memacu ekspor komoditas
perikanan. Di sisi lain mangrove berfungsi sangat strategis dalam menciptakan
ekosistem pesisir yang cocok untuk biota perairan karena mangrove dapat berfungsi
sebagai biofilter pengikat dan perangkap polusi jika keberadaan mangrove tetap
terjaga maka keseimbangan ekologi lingkungan perairan pesisir akan tetap terjaga.
Mangrove merupakan rumah bagi berbagai spesies dari gastropoda kepiting
pemakan kotoran dan bivalvia pemakan plankton sehingga mangrove
meningkatkan fungsi biofilter alami (Paringsih et al., 2018).
Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang berada di daerah pinggir
pantai yang yang yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga selalu
digenangi air. Menurut (Donato et al., 2012) Ekosistem mangrove berada di antara
level pasang naik tertinggi sampai level disekelilingnya atau di atas permukaan laut
pada rata-rata daerah pantai yang terlindungi dan menjadi pendukung berbagai jasa
ekosistem di sepanjang garis pantai di kawasan tropis. Ekosistem mangrove
berfungsi sebagai habitat bagi spesies hewan yang berbeda beda. Ekosistem
mangrove berperan penting dalam perkembangan perikanan pesisir Dikarenakan
tempat berkembang biak, memijah, dan membesarkan anak jenis ikan dan lainnya
seperti kepiting, kerang dan udang (Heriyanto et al., 2012). Pentingnya Tempat
hutan Mangrove bisa ditinjau berdasarkan segi fisik, ada enam manfaat mangrove
berdasarkan sisi fisik yaitu menjaga supaya garis pantai permanen stabil melindungi
pantai dan sungai berdasarkan bahaya erosi dan abrasi, menahan badai atau angin
kencang dari laut, Menahan hasil proses penimbunan lumpur sehingga
memungkinkan terbentuk lahan baru, sebagai daerah penyangga dan berfungsi
menyaring air laut hingga menjadi air darat ke tawar (Imaduddien dan Krisnadi,
2020). Mangrove dapat digunakan sebagai kayu bakar, bahan pembuatan aksesoris
rumah tangga seperti kursi, meja, bahan bangunan dan bahan baku bubur kertas sehingga dapat dimanfaatkan sebagai nilai ekonomi. Ekosistem mangrove
mempunyai kemampuan dalam mengendalikan instrusi air laut melalui mekanisme
pencegahan pengendapan CaCO3 oleh badan eksudat akar (Utomo et al., 2018).
Ekosistem hutan mangrove perlu dilindungi untuk mencegah tingkat
kerusakan yang lebih besar, terutama melalui konservasi hutan mangrove untuk
kegiatan ekonomi masyarakat. Pemanfaatan hutan mangrove yang mengurangi
kerusakan ekosistem mangrove yaitu rekreasi dengan cara ekowisata.
Pemanfaatan hutan mangrove untuk rekreasi merupakan terobosan baru karena
memiliki kelebihan yang dapat digunakan dengan sangat wajar di wilayah pesisir
dari segi ekonomi yaitu menyediakan lapangan pekerjaan dan menstimulasi
aktivitas ekonomi masyarakat setempat sehingga dapat mensejahterakan hidup
mereka lebih baik lagi. Dari segi kelestarian sumberdaya, penggunaan hutan
mangrove untuk tujuan rekreasi memiliki dampak yang signifikan bermanfaat dalam
upaya konservasi mangrove untuk pelestarian kegiatan rekreasi alam di hutan
mangrove sangat bergantung pada kualitas dan keberadaan ekosistem mangrove.
Wilayah pesisir kabupaten Malang memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dan
didukung dengan keberadaan ekosistem mangrove yang tidak luas, menyadari
pentingnya pengelolaan hutan maka dari itu perlu adanya peningkatan kerentanan
ekosistem dan sistem pengelolaan supaya lebih diperhatikan agar menjadi penentu
keberlanjutan ekosistem hutan (Harahab, 2017). Clungup Mangrove Conservation
tiga warna memiliki luas hutan mangrove sebesar 71 hektare, oleh karena itu dirasa
penting untuk melakukan penelitian struktur komunitas mangrove yang berada di
Ekowisata Clungup Mangrove Conservation yang terletak di Dusun

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MOCH. YUSRON
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords MANGROVE; EKOWISATA; CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION (CMC); DESA TAMBAKREJO, KECAMATAN SUMBERMANJING WETAN, KABUPATEN MALANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:40
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5310

Actions (login required)

View Item
View Item