PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN PADA TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum Sp.) DI CV. SEKARTIKA JATI KENCANA

FIRDAUS KIRANA ANNISANASTITI (2022) PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN PADA TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum Sp.) DI CV. SEKARTIKA JATI KENCANA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23723-190311100087-Firdaus Kirana Annisanastiti_190311100087_Agroteknologi.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23723-190311100087-Firdaus Kirana Annisanastiti_190311100087_Agroteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Bunga krisan atau yang lebih dikenal dengan nama bunga seruni atau
bunga emas (gold flower) adalah salah satu jenis tanaman hias yang memiliki
banyak manfaat dan semakin populer di kalangan masyarakat (Amarta, 2007
dalam Pratomo et.al, 2013). Bunga krisan memiliki berbagai variasi baik
bentuk maupun warnanya sehingga menjadikan bunga ini memiliki daya tarik
tersendiri bagi masyarakat. Bunga krisan menjadi salah satu bunga potong
yang banyak digemari masyarakat. Bunga Krisan banyak dibudidayakan oleh
petani di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, bahkan budidaya bunga
krisan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi sebagian
masyarakat seperti halnya yang terjadi di Desa Ngasem, Jawa Tengah. Hal
ini di karenakan bunga krisan tidak hanya memiliki keindahan yang khas,
namun bunga krisan juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Bunga krisan termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman hias bunga.
Salah satu komoditas pertanian yang akan selalu dibutuhkan manusia serta
memiliki peranan penting dalam komoditas pertanian adalah tanaman hias
(Pratama et.al, 2018). Tanaman Krisan juga tergolong sebagai tanaman
perdu atau semi perdu yang berasal dari Jepang dan Cina Utara (Prabawa
et.al, 2021). Agar dihasilkan bunga yang indah dan berkualitas, maka dalam
prose pembudidayaan penting untuk memilih benih unggul yang akan
dibudidayakan yang kemudian harus diberi perlakuan atau perawatan yang
tepat dan diberikan penanganan yang baik dan benar saat panen dan
pascapanen sehingga dapat menghasilkan bunga yang indah dengan
kualitas yang baik.
Bunga krisan tidak hanya memiliki keindahan yang khas, namun juga
menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan. Hampir seluruh bagian dari
bunga krisan mulai dari bunga, daun dan batangnya dapat diolah menjadi
obat. Bunga krisan yang sudah diolah menjadi obat dapat dimanfaatkan
untuk mengobati berbagai macam penyakit salah satunya untuk mengobati
flu, mengatur tekanan darah, membantu detoksifikasi, meningkatkan sistem
penglihatan, menyembuhkan batuk, nyeri perut, sesak nafas dan sakit kepala
akibat sinusitis (Lin dan Harnly, 2010; Rukmana dan Mulyana, 1997 dalam
Setiawati, 2019). Bunga krisan menjadi salah satu komoditi flotikultur yang
sedang banyak dibudidayakan oleh para petani Indonesia karena selain memiliki keindahan yang khas dan beragam manfaat untuk kesehatan, bunga
krisan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Permintaan bunga krisan di
pasaran juga semakin meningkat mengingat bunga ini memiliki banyak
kegunaan. Bunga krisan seringkali digunakan sebagai keperluan dekorasi,
bahan pembuatan parfum, digunakan dalam acara keagamaan maupun
sebagai campuran beberapa minuman.
Bunga krisan yang dimanfaatkan sebagai bunga potong perlu dijaga
kesegarannya setelah dilakukan kegiatan panen. Hal ini karena bunga krisan
sudah tidak lagi mendapat nutrisi yang sama seperti saat masih tertanam di
dalam tanah. Bunga krisan yang telah dipanen sebaiknya segera diletakkan
dalam wadah berisi air agar tidak layu. Bunga krisan yang dimanfaatkan
sebagai bunga potong mengutamakan keindahan dan kesegaran bunga, oleh
karena itu diperlukan penanganan yang baik untuk menjaga keindahan serta
kesegaran bunga. Tehnik pengemasan bunga krisan menjadi tahap yang
penting untuk diperhatikan bagi bunga yang akan didistribusikan, jika
pengemasan dilakukan dengan sembarangan maka akan berakibat
kerusakan pada bunga karena nantinya bunga akan dikirim dalam jumlah
besar dan disusun secara bertumpuk sehingga pengemasan harus dilakukan
dengan baik dan rapih. Bunga yang tetap terjaga keindahan dan
kesegarannya akan membuat konsumen lebih tertarik dan senang saat
melihat bunga tersebut.
Diperlukan perlakuan yang baik dan tepat selama proses budidaya agar
kandungan baik yang terdapat dalam bunga krisan tetap terjaga. Mulai dari
pembibitan, perawatan, hingga proses panen dan pasca panen harus
dilakukan dengan baik dan tepat sehingga kualitas bunga dapat terjaga dan
tidak akan mengurangi manfaatnya. Proses panen dan pasca panen menjadi
salah satu proses yang penting dan perlu diperhatikan karena proses panen
dan pasca panen merupakan bagian akhir dari proses budidaya yang akan
menentukan kualitas bunga selanjutnya. Dapat dikatakan bahwa penangan
dalam proses panen dan pasca panen adalah penentu layak atau tidaknya
bunga krisan didistribusikan kepada masyarakat, sehingga diperlukan
pemahaman lebih mengenai penanganan panen dan pascapanen agar
bunga tidak rusak dan menurun kualitasnya saat berada di tangan
konsumen.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FIRDAUS KIRANA ANNISANASTITI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PANEN DAN PASCA PANEN; KRISAN; CV. SEKARTIKA JATI KENCANA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:39
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5288

Actions (login required)

View Item
View Item