TAHAPAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKLIMATISASI I BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) DI NURSERI TANAMAN BBPPTP SURABAYA, JAWA TIMUR

PUTRI INDAH LESTARI (2022) TAHAPAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKLIMATISASI I BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) DI NURSERI TANAMAN BBPPTP SURABAYA, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23712-190311100096-PUTRI INDAH LESTARI#190311100096#LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23712-190311100096-PUTRI INDAH LESTARI#190311100096#LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L) adalah tanaman industri perkebunan
yang dibudidayakan dalam sektor besar. Tanaman monokotil beruas-ruas
golongan rerumputan ini mengandung kadar sukrosa yang tinggi sehingga
dapat dijadikan sebagai sumber penghasil bahan pokok gula. Seiring
meningkatnya kebutuhan pangan maka permintaan bahan pokok gula turut
meningkat sehingga tanaman tebu harus terus diproduksi. Keberhasilan
produksi tanaman tebu ditentukan oleh kualitas bibit yang bermutu. Selain
itu, kecepatan perbanyakan bibit juga sangat diperlukan untuk memenuhi
target permintaan.
Teknologi kultur jaringan dapat menjadi terobosan dalam perbanyakan
bibit tebu bebas penyakit dengan jumlah yang banyak dan dalam waktu yang
cukup singkat. Terdapat beberapa tahapan dalam teknologi kultur jaringan
yaitu penanaman eksplan, induksi kalus, proliferasi kalus, induksi tunas
adventif, induksi akar, hardening in vitro, dan aklimatisasi sehingga tanaman
dapat siap ditanam pada lahan (Hartatie, 2013). Teknik kultur jaringan tidak
memerlukan jumlah indukan yang banyak melainkan dapat mengahasilkan
jumlah tanaman yang banyak.Tahapan kultur jaringan yang cukup rawan
terhadap kematian bibit yaitu pada tahapan aklimatisasi. Aklimatisasi
merupakan proses pemindahan planlet dari botol kultur ke lapangan dengan
planlet yang ditanam dalam polybag (Hapsani, 2016). Perpindahan tersebut
memaksa bibit tanaman tebu untuk beradaptasi dengan lingkungan luar
yang cukup ekstrim sehingga tidak jarang dengan rawan kematian bibit. Bibit
tebu yang baru dikeluarkan dari botol kultur tidak memiliki kekuatan tumbuh
seperti tanaman lainnya. Bibit tersebut rawan terhadap cekaman lingkungan
luar. Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor utamanya
dalam faktor lingkungan.
Nurseri Tanaman di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman
Perkebunan (BBPPTP Surabaya) khususnya yang berlokasi di kabupaten
Tuban, Jawa Timur dioperasikan guna untuk perbanyakan bibit tebu yang
unggul dengan teknologi kultur jaringan. Beberapa tahapan wajib kultur
jaringan dikembangkan untuk keberhasilan produksi, dimana hasil daripada
bibit unggul akan disubsidikan kepada petani tebu untuk memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, penting artinya mempelajari tahapan dari
teknologi kultur jaringan salah satunya yaitu tahapan aklimatisasi.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
PUTRI INDAH LESTARI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords AKLIMATISASI; BIBIT TEBU; NURSERI TANAMAN BBPPTP SURABAYA, JAWA TIMUR
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:39
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5260

Actions (login required)

View Item
View Item