TOTAL PLATE COUNT BAKTERI KONVENSIONAL PADA PRODUK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BEKU DI UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA

Hidayati Kumalasari (2021) TOTAL PLATE COUNT BAKTERI KONVENSIONAL PADA PRODUK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BEKU DI UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23711-180341100090-LAPORAN PKL_180341100090_HIDAYATI KUMALASARI.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23711-180341100090-LAPORAN PKL_180341100090_HIDAYATI KUMALASARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Indonesia adalah suatau negara yang mempunyai kepulauan yang terdiri dari
17.504 pulau, sebgaian besar wilayahnya adalah lautan yang memiliki luasan 6,28
juta km2
dengan garis pantai sepanjang ±81.000 km (Kementrian Kelautan dan
Perikanan, 2014). Luasan laut yang besar ini menjadikan Indonesia memiliki
keunggulan dalam sektor perikanan dan kelautan serta dapat menghasilkan
produksi perikanan tangkap nasional, pada tahun 2011 dapat mencapai 5,70 juta
ton/tahun, hal ini Indonesia disebut memiliki potensi terbesar pada sektor produksi
perikanan dan kelautan (Pratama et.al 2016). Indoneisa menempati peringkat kedua
di tingkat ASEAN dalam hal ekspor perikanan ke dunia. Komoditas 03 (ikan,
kepiting, hewan lunak, invertebrate perairan) memiliki share ekspor tertinggi yakni
85% (Subhechanis 2011). Tahun 2017 Indonesia dapat menghasilkan nilai ekspor
perikanan tangkap atau budidaya dan produk perikanan sekitar 3,17-4,04 milyar
USD. Sektor perikanan merupakan kontibutor penting untuk ketahanan pangan di
Indonesia. Hal ini menujukkan bahwa Indonesia masih sangat menggantungkan
hasil ekspor dari hasil produk perikanan dan kelautan untuk penyumbang devisa
negara (David and Lucilo, 2018).
Sumber daya perikanan dan kelautan banyak sekali dimanfaatkan untuk suatu
produk olahan yang di konsumsi. Produk perikanan dan kelautan merupakan
produk yang memiliki bahan dasar dari biota yang hidup di sungai, air payau
maupun di laut. Produk perikan dan kelautan memiliki sumber protein tertinggi dan
memiliki kandungan omega 3, vitamin- vitamin yang di dalamnya. Produk
perikanan dan kelautuan juga banyak dijumpai dibeberapa wilayah Indonesia, salah
satunya adalah produk kepiting. Kepiting merupakan salah satu hewan crustacea
atau bercangkang dari anggota Antropoda. Hewan satu ini merupakan seafood yang
digemari bayak kalangan. Produk Kepiting memiliki harga yang cukup mahal
berkisar 25.000/kg dan mengalami peningkatan hingga 45.000/kg pada tahun 2014.
Produk daging kepiting sering dijumpai di pasar domistik dan hamper 90%
produksi daging kepiting masuk ke pasar Amerika setiap tahunnya (Agustina et.al
,2014). Menurut Nugroho (2012) Ekspor kepiting dan rajungan terbagi dalam tiga jenis, yaitu kaleng, beku, dan segar. Permintaan daging rajungan dari pengusaha
restoran seafood amerika mencapai 450 ton tiap bulannya dan memiliki nilai ekspor
selama Januari-Agustus 2011 mencapai US dolar 172 juta. Hasil ekspor produk
daging kepiting dan rajungan beku sebesar 2.425 ton senilai US dolar 31,3 juta.
Produk daging kepiting sering diekspor dalam bentuk beku tanpa kulit dan
kepala, dikarenakan daging kepiting termasuk salah satu hasil produk perikanan
dan kelautan yang memiliki sifat mudah rusak atau busuk (perishable food). Produk
daging kepiting beku perlu diuji terlebih dahulu sebelum dilakukkan pemasaran ke
dalam negeri maupun di luar negeri ditakutkan adanya mikroorganisme yang ada
di dalamnya. Bentuk uji produk kepiting terhadap kualitas daging melalui analisa
cemaran mikroba, analisa organoleptik, analisa cemaran kimia, dan fisika. Produk
yang lolos dalam hasil yang sudah ditetapkan, maka produk diperbolehkan
dipasarkan salah satunya adalah uji cemaran mikroba (Supriadi, et.al 2019).
Pengujian produk perikanan dan kelautan dilakukan di suatu unit pelaksana
teknis yang menawarkan jasa untuk menguji dan menganalisis produk perikanan
dan kelautan. UPT. Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan
Perikanan (PMP2KP) Surabaya menyediakan jasa analisis salah satunya pengujian
mikrobiologi. Pengujian mikrobiologi ini penting untuk memastikan bakeri yang
terkandung pada sebuah produk perikanan dan kelautan. Pungujian ini juga untuk
memastikan total bakteri pada produk perikanan dan kelautan. Kemunculan bakteri
pada produk perikanan dan kelautan ini perlu diperhatikan, karena dapat
memberikan dampak yang serius dan demi keamanan konsumen. Hal ini yang
melatar belakangi peulisan laporan ini.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Hidayati Kumalasari
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords BAKTERI KONVENSIONAL; RAJUNGAN ; UPT. PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN SURABAYA
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:39
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5259

Actions (login required)

View Item
View Item