TRUNOJOYO-KP-23699-190311100007-TENISYA HERIYANTO PUTRI 19031110000720 Agroekoteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman paprika (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas
yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya di dataran tinggi.
Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun
1500 budidaya tanaman paprika mulai menyebar ke wilayah Eropa dan Asia.
Awal penyebaran tanaman paprika di Eropa, tanaman paprika dibudiayakan
pada lahan terbuka (Outdoor). Perkembangan budidaya tanaman paprika di
Indonesia relatif lambat. Hal ini disebabkan karena penanaman tanaman paprika
terbatas hanya dilakukan oleh petani menengah keatas dan pemeliharaan yang
rumit (Gunadi et al., 2018).
Tanaman paprika adalah tanaman yang menghasilkan buah berasa
manis dan sedikit pedas serta tergolong keluarga besar cabai. Tanaman ini dari
suku terong-terongan atau Solanaceae. Tanaman ini dapat tumbuh subur di
dataran tinggi dengan kisaran suhu 21-27 oC dan pada malam hari suhu berkisar
16-25 oC. Di Indonesia tanaman paprika dikembangkan di beberapa daerah
antara lain, Jawa Timur (Kota Batu), Jawa Barat (Bandung barat, Cianjur, Garut,
dan Bogor), Jawa Tengah (Wonosobo), Bali, Nusa Tenggara Barat (Sembalun),
dan Sulawesi Selatan (Bantaeng). Penanaman paprika di Indonesia terus
dikembangkan karena adanya perintaan pasar yang mengalami peningkatan,
bahhkan kebutuhan pasar luar negeri juga semakin meningkat (Moekasan et al.,
2018).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 produksi
tanaman paprika nasional mencapai 17.822,00 ton/ha, sedangkan di Jawa Timur
jumlah produksi tanaman paprika mencapai 7.918,00 ton/ha. Produktivitas
tanaman paprika di Asia mengalami fluktatif setiap tahun. Laju pertumbuhan
produktivtas sebesar 2,16% per tahun. Produktivitas tertinggi pada tahun 2018
sebesar 18,47 ton/ha. Pada tahun 1980 – 2017 perkembangan volume ekspor
dan impor tanaman paprika di Association of South East Asian Nations (ASEAN)
meningkat dengan persentase pertumbuhan sebesar 9,47% pertahun untuk
ekspor dan impor sebesar 19,12%. Indonesia menempati urutan ke-6 sebagai
eksportir paprika tingkat Association of South East Asian Nations (ASEAN). Di
dunia perkembangan volume ekspor dan import tanaman paprika pada tahun
1980-2017 mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
7,12% per tahun untuk volume ekspor, sedangkan volume impor persentase pertumbuhan sebesar 6,56%. Indonesia berada pada urutan ke-53 tingkat dunia
dengan rata-rata volume impor paprika sebesar 122 ton/tahun (Musyafak, 2020).
Mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat akan tetapi jumlah
produksi tanaman paprika belum terpenuhi, maka perlu upaya untuk
meningkatkan produktivitas tanaman paprika dengan menyedikan hasil panen
yang unggul dan bersertifikat untuk menunjang kebutuhan ekspor di Asia
maupun tingkat dunia. Saah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan
memperbaiki sistem prouduksi dalam budidaya tanaman paprika. Tanaman
paprika di P4S Arboretum Farm Bumiaji dibudidayakan di Green House Bankluer
dan Green House Putu’an. Varietas yang dibudidayakan yaitu varietas Manora
untuk paprika hijau dan varietas Viper untuk paprika merah. Upaya tersebut
diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar terutama kebuhan ekspor pada
tingkat Asia maupun dunia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TENISYA HERIYANTO PUTRI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNOLOGI PRODUKSI;PAPRIKA; FERTIGASI; P4S ARBORETUM FARM BATU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5230 |
