PEMBIBITAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS G0 DI P4S ARBORETRUM FARM BATU

AHMAD ZAIFUL AZIZ (2022) PEMBIBITAN TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS G0 DI P4S ARBORETRUM FARM BATU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23698-190311100023-Ahmad Zaiful Aziz#190311100023 .pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23698-190311100023-Ahmad Zaiful Aziz#190311100023 .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kebutuhan terhadap produk pertanian semakin meningkat sejalan dengan
bertambahnya jumlah penduduk. Bahan pangan yang tersedia harus mencukupi
kebutuhan masyarakat. Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu
komoditas yang memegang peranan penting dan mendapat prioritas untuk
dikembangkan karena bernilai ekonomi tinggi serta mempunyai potensi untuk
mendukung diversifikasi pangan (Roffi et al, 2019). Kentang merupakan sumber
karbohidrat yang bermanfaat untuk meningkatkan energi dalam tubuh. Saat ini
produksi kentang nasional hanya 1.314.650 ton, luas tanam 68.223 hektar, dan
produktivitas rata-rata hanya 19,27 ton/ha. Namun, selama ini produksi tanaman
kentang belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia. Saat ini
jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa dan tingkat konsumsi
kentang telah mencapai 2,82 kg/kapita/tahun (Yulinarti et al, 2021). Saat ini
kebutuhan kentang di Indonesia adalah 6.160.560 ton/tahun. Peningkatan
konsumsi kentang ini menandakan bahwa produksi kentang perlu ditingkatkan
baik kualitas maupun kuantitas agar ketersediaan terjaga.
Produksi dan produktivitas kentang nasional Indonesia masih sangat
rendah dibandingkan dengan negara lain. Pada tahun 2017 produksi kentang
nasional sebanyak 1.164.738 ton dengan produktivitas rata-rata 15,4 ton per
hektar. Tahun 2018 hingga 2019, produksi kentang Indonesia meningkat dari
1.284.760 ton menjadi 1.314.657 ton. Luas panen kentang telah berkurang dari
tahun 2018 menjadi 2019 yaitu dari 68.633 hektar menjadi 68.223 hektar
(Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 2019). Rendahnya hasil panen
kentang di Indonesia dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti terbatasnya
pasokan unsur hara, kualitas benih yang rendah, teknik bercocok tanam yang
buruk, dan perlakuan pasca panen (Badan Pusat Statistik, 2018). Menurut Lestari
et al (2014), petani kentang kebanyakan menggunakan umbi kentang berukuran
kecil dan sedang yang diproduksi sendiri oleh generasi sebelumnya dan tidak
menggunakan benih berkualitas tinggi.
Produktivitas kentang rata-rata masih terbilang rendah di seluruh negeri
hal ini dipengaruhi oleh terbatasnya penggunaan benih kentang berkualitas tinggi
oleh petani. Sebagian besar petani menggunakan benih umbi kentang generasi
berikutnya dari hasil panen, yang digunakan sebagai benih untuk awal tanam.
Keadaan ini dapat terjadi lantaran tingginya harga benih kentang kualitas tinggi,
sedangkan harga kentang konsumsi di pasaran relatif lebih rendah. Rendahnya
produktivitas kentang disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kuantitas benih
yang kurang memadai, pengendalian hama penyakit yang tidak efektif, serta
terbatasnya varietas kentang yang diminati pasar, hingga faktor lingkungan
pertumbuhan (Nuraini, 2016). Selain itu, modal yang cukup tinggi dan
perencanaan yang baik dibutuhkan dalam kegiatan produksi benih kentang sangat
dibutuhkan (Amrullah et al, 2019).
Salah satu wilayah di Kota Batu yang memproduksi benih kentang adalah
Kecamatan Bumiaji. Kegiatan pelatihan produksi benih kentang telah diberikan
oleh pemerintah Kota Batu kepada kelompok tani di wilayah tersebut salah
satunya adalah Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Arboretum
Farm yang bekerjasama dengan PT. Image Hortindo. Saat ini, jumlah pengusaha
dan penangkar bibit kentang masih terbatas mengakibatkan kebutuhan benih
kentang belum dapat tercukupi. Hal tersebut juga berdampak pada budidaya
kentang sehingga tidak dapat dilaksanakan dengan baik dilihat dari segi
produktivitas kentang menunjukkan hasil yang rendah. Penangkar yang
diperbolehkan untuk melaksanakan penangkaran bibit ialah lembaga penelitian,
universitas, dan balai benih yang telah mampu dan diberi kewenangan, serta
perusahaan swasta yang telah terakreditasi karena memenuhi persyaratan berupa
sertifikasi. Kegiatan teknik perbanyakan ini perlu dipelajari dan diketahui
tahapannya dalam pembibitan kentang yang dilakukan, pada suatu upaya
peningkatan produksi budidaya tanaman kentang agar dapat dilakukan secara
berkelanjutan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AHMAD ZAIFUL AZIZ
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PEMBIBITAN TANAMAN; KENTANG; VARIETAS G0; P4S ARBORETRUM FARM BATU
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:38
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5229

Actions (login required)

View Item
View Item