TRUNOJOYO-KP-23697-190311100036-Eka Rusmawati#190311100036#Agroekoteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Jenis komoditas tanaman hortikultura memiliki tingkat konsumsi yang
terbilang tinggi dan bagus untuk dikembangkan di Indonesia adalah sawi putih.
Kebutuhan akan sawi semakin meningkat karena semakin beragamnya jenis
masakan yang disajikan dengan memanfaatkan sawi putih. Tanaman sawi putih
(Brassica rapa subsp. pekinensis) merupakan salah satu jenis tanaman
hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Tanaman
yang tergolong dalam famili Brassicaceae berasal dari Tiongkok (China) dan Asia
Timur. Memiliki rasa yang enak dan cenderung tidak pahit dibandingkan jenis
sawi yang lain, membuat sawi putih memiliki banyak penggemar di kalangan
masyarakat. Sawi putih sering diolah menjadi masakan Tionghoa, oleh karena itu
sebagian masyarakat menyebutnya dengan sawi cina ataupun petsai.
Kandungan dalam setiap 100 g berat basah tanaman sawi berupa protein
2.3 g, lemak 0.3 g, karbohidrat 4.0 g, Ca 220.0 mg, P 38.0 g, Fe 2.9 g, vitamin A
1.940 mg, vitamin B 0.09 mg dan vitamin C 102 mg. Manfaat sawi putih sangat
baik untuk menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan, penyembuhan penyakit
kepala dan bahan pembersih darah (Prambudi, 2019).
Sawi putih memiliki nilai komersial dan prospek yang baik. Produksi sawi
putih di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 652.727 ton dan pada tahun 2020
meningkat hingga 667.473 ton (Badan Pusat Stastistik, 2019). Meningkatnya hasil
produksi sawi tidak hanya karena kebutuhan sawi yang meningkat, tetapi
budidaya sawi yang relatif mudah. Budidaya tanaman sawi dapat dilakukan pada
dataran tinggi maupun di dataran rendah. Sawi termasuk tanaman yang tahan
terhadap hujan sehingga dapat ditanam sepanjang tahun, dan apabila saat musim
kemarau kebutuhan air harus tercukupi dengan baik. Tanah yang cocok untuk
budidaya sawi adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak humus,
drainase yang baik dengan derajat keasaman (pH) 6-7.
Praktik Kerja Lapang (PKL) yang dilakukan di P4S Arboretum Farm
meliputi proses budidaya tanaman sawi putih. Budidaya sawi putih diawali
dengan persiapan benih atau penyemaian benih sawi putih pada tray, persiapan
lahan dengan proses penggemburan tanah dan pembuatan bedengan, penanaman bibit sawi putih, pemeliharan sawi putih yang meliputi kegiatan penyulaman,
penyiangan, dan pemupukan, pengendalian hama penyakit hingga proses
pemanenan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EKA RUSMAWATI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; SAWI PUTIH; P4S ARBORETUM FARM BUMIAJI KOTA BATU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5226 |
