TRUNOJOYO-KP-23696-190311100084-MUSRIFATI AIN#190311100084#LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Tebu (Saccharum officinarum L.) termasuk dalam salah satu tanaman
dengan famili Graminae yang dapat tumbuh baik di daerah tropika maupun sub
tropika termasuk Indonesia. Tebu merupakan tanaman perkebunan yang memiliki
peran penting karena bernilai ekonomi tinggi sebagai bahan baku utama dalam
pembuatan gula. Produksi gula di dunia, sekitar 65% berasal dari bahan baku
tebu. Di Indonesia, kebutuhan akan tebu terus meningkat seiring dengan
meningkatnya pertumbuhan penduduk terutama meingkatnya konsumsi gula
nasional, namun produksi yang dihasilkan belum dapat mengimbanginya (Sari et
al., 2021). Tebu memiliki kandungan gula yang tinggi pada bagian batangnya.
Batang tebu umumnya dimanfaatkan sebagai bahan dasar utama dalam industri
gula, namun selain itu tebu juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri
lainnya seperti farmasi, kimia, pakan ternak, pupuk, jamur, dan lain-lain
(Sukmadjaja dan Ade, 2011).
Tanaman tebu umumnya diperbanyak secara vegetatif melalui setek.
Perbanyak dengan setek memiliki beberapa kekurangan yaitu waktu perbanyakan
yang lama, memerlukan tanaman induk dan tenaga yang banyak, kontaminasi
patogen sulit untuk dihindari, serta ketergantungan akan musim tanam. Selain itu,
dapat terjadi degenerasi klonal atau peluruhan genetik tanaman yang dapat
merugikan. Penggunaan teknik kultur jaringan saat ini diyakini dapat mengatasi
permasalahan produksi bibit tanaman tebu. Teknik kultur jaringan merupakan
metode yang digunakan untuk perbanyakan tanaman, salah satunya tebu dalam
menghasilkan bibit dalam jumlah yang besar dalam kurun waktu relatif singkat,
pertumbuhan seragam, bebas patogen, serta tidak bergantung musim
(Sukmadjaja dan Ade, 2011).
Penggunaan teknik kultur jaringan untuk meningkatkan produksi tanaman
tebu merupakan salah satu yang paling efektif melihat kelebihan kultur jaringan
yaitu dapat mengatasi keterbatasan pengadaan bibit tebu secara konvensional.
Pada tahapan kultur jaringan, setelah tahap terakhir yaitu aklimatisasi 2, perlu
dilakukan penangkaran bibit tebu di lahan. Dalam pembenihan tebu perlu
dilakukan penjenjangan mengingat masalah-masalah yang berkaitan dengan
aspek teknis dan ekonomis. Setelah dari aklimatisasi 2, bibit tebu masuk pada
jenjang G1 atau setara dengan Kebun Benih Nenek (KBN), dimana teknik budidaya tanaman tebu perlu untuk diperhatikan mulai dari pengolahan lahan
hingga tahap panen dan penyaluran benih. Penangkaran tebu ke lahan dilakukan
agar tumbuh anakan, dan dari anakan tersebut akan didapatkan mata tunas yang
digunakan untuk penjenjangan selanjutnya. Perlakuan-perlakuan untuk menjaga
bibit agar mampu beradaptasi dengan lingkungan seperti cekaman lingkungan
hingga serangan hama penyakit perlu mendapat perhatian. Hal tersebut dilakukan
untuk mendapatkan bibit yang unggul dan bermutu karena ujungya produktivitas
akan ditentukan oleh mutu bibit.
Nurseri Tanaman di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman
Perkebunan (BBPPTP) Surabaya adalah Balai yang bergerak di bidang
perbenihan dan proteksi tanaman, untuk perlindungan dan proteksi tanaman
perkebunan sendiri pihak balai mempunyai pelayanan atau program secara
optimal untuk mempertahankan ketahanan komoditas perkebunan.
Pengembangan budidaya tebu di BBPPTP Surabaya ini dilakukan mulai dari
kegiatan pembuatan media, meristem dan subkultur, aklimatisasi 1 dan 2 hingga
penangkaran di lahan. Melihat banyaknya tahapan yang dilakukan saat
penangkaran di lahan maka penting untuk dipelajari. Oleh karena itu, hal tersebut
yang membuat tertarik untuk mengetahui dan mempelajari tahap-tahap dari teknik
budidaya pada saat penangkaran di lahan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUSRIFATI AIN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PENANGKARAN TANAMAN; TEBU; KULTUR JARINGAN; NURSERI TANAMAN BBPPTP SURABAYA, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5225 |
