PEMUPUKAN TANAMAN TOMAT UNTUK PRODUKSI BENIH DI CV. MERDEKA SEED TERUS BERKARYA JAWA TIMUR

Ach. Supyanto (2022) PEMUPUKAN TANAMAN TOMAT UNTUK PRODUKSI BENIH DI CV. MERDEKA SEED TERUS BERKARYA JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23694-190311100045-ACH. SUPYANTO#190311100045#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23694-190311100045-ACH. SUPYANTO#190311100045#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Salah satu upaya pengoptimalan pertumbuhan dan produktivitas tanaman adalah
dengan pemupukan. Petani telah meyakini sepenuhnya bahwa pupuk yang diberikan
kepada tanaman akan mampu meningkatkan produksi tanaman yang diusahakan. Pupuk
adalah bahan atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan
tanaman secara langsung atau tidak langsung. Pupuk anorganik adalah pupuk hasil proses
rekayasa secara kimia, fisik dan atau biologis, dan merupakan hasil industri atau pabrik
pembuat pupuk. Sedangkan pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau
seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah
melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai
bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan salah satu komuditas
holtikultura yang bernilai tinggi, karena tomat merupakan sayuran yang sangat penting
dalam menunjang ketersediaan pangan dan kecukupan gizi masyarakat. Menurut
Wosonowati. (2011) Tomat merupakan sayuran buah yang tergolong tanaman semusim
berbentuk perdu dan termasuk ke dalam famili Solonaceae. Buahnya merupakan sumber
vitanamin dan mineral. Pengunaanya semakin luas, kerena selain dikonsumsi tomat juga
digunakan sebagai bumbu masakan. Dan juga dapat di olah lebih lanjut sebagai bahan baku
industri buah makanan seperti sari buah dan saos tomat.
Dalam buah tomat mengandung zat – zat yang berguna bagi manusia. Zat zat yang
terkandung di dalamnya adalah vitamin C, vitamin A, (karoten dan mineral). Tomat banyak
mengandung vitamin C yang akan memelihara Kesehatan gigi dan gusi, mempercepat
sembuhnya luka – luka, menghindarkan penyakit yang dikenal dengan nama scurvy
(skorbut),serta melawan kecenderungan perdarahan pembulu darah yang halus. Vitamin A
yang terkandung dalam buah tomat dapat membantu penyembuhan penyakit buta malam.
Selain itu tomat juga dapat membangun sel darah merah. Bagi mereka yang ingin langsing
tomat juga dijadikan sahabat sebab zat – zat yang terkandung di dalamnya cukup bergisi
tapi tidak menggemukan (Tugiyono.1999).
Permasalahan dalam budidaya tomat adalah produksi masih sangat rendah
dibandingkan dengan potensi produksinya yaitu mencapai 50 – 70 ton/ha. Berbagai cara
dilakukan untuk meningkatkan produksi tomat, antara lain melalui perbaikan teknologi
budidaya seperti perbaikan varietas, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, sampai
penanganan pasca panen. Sebagian besar petani masih menggunakan cara budidaya yang
sangat sederhana, sesuai dengan pengetahuan mereka saja terutama pada penggunaan pupuk anorganik. Pemberian pupuk anorganik seperti Urea, SP-36 dan NPK yang
mengandung berbagai senyawa kimia dapat memberikan dampak negatif pada tanah jika
digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama. Tanah menjadi cepat mengeras dan
kemampuan menyimpan air berkurang, sehingga produktivitas tanaman akan menurun
dikarenakan tanah menjadi asam (Parman, 2007).
Jumlah dan cara pemberian air ke tanaman tergantung pada jenis tanaman dan
kondisi lingkungan. Agar tanaman dapat tumbuh dan mempunyai produktivitas yang
optimal maka air harus diberikan dalam jumlah dan waktu yang tepat. Oleh karena itu,
diperlukan sistem irigasi hemat air yang murah dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat,
khususnya pada daerah yang ketersediaan air terbatas sehingga intensitas pemanfaaan lahan
dapat ditingkatkan. Menurut Suryadi et al., (2004), tanaman tomat paling sesuai ditanam
pada musim kering, asalkan kebutuhan air dapat terpenuhi. Ketersediaan air dapat
mempengaruhi hasil dan kualitas buah, dimana pemberian air secara optimum akan
meningkatkan hasil yang lebih baik.
Sekalipun mengunakan bibit unggul dan ditanam dilingkungan yang sesuai pertumbuhan
tanaman tidam akan optimal jika struktur tanahnya tidak mendukung. Tanah bukan hanya sekedar
tempat berdirinya tanaman, penyedia nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanah yang baik adalah
tanah yang mampu menyediakan unsur hara yang lengkap. Jika kekurangan unsur hara maka tanah tidak
bisa dikatakan subur, dan tanaman yang ada di atasnya akan sulit tumbuh dengan baik. Tanaman pun
akan terganggu pertumbuhannya apabila unsur haranyayang dibutuhkan tidak tesedia. Tanah dikatakan
subur apabila mengandung bahan komposisi 5% zat organik, 45% zat anorganik, 25% air dan 25%
udara. Tanah yang mengandung zat organik tinggi akan mempunyai daya serap yang baik terhadap unsur
hara. Namun tanpa air dan udara, zat - zat tersebut tidak akan berarti bagi tanaman. Air bertujuan
melarutkan zat - zat hara menjadi ion - ion yang diserap oleh tanaman. Sementara itu udara akan
mendukung pertumbuhan bakteri aerob yang berada di akar tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman
akan semakin cepat(Agropedia. 2007).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Ach. Supyanto
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PEMUPUKAN TANAMAN; TOMAT; BENIH TOMAT; CV. MERDEKA SEED TERUS BERKARYA JAWA TIMUR
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:38
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5223

Actions (login required)

View Item
View Item