TRUNOJOYO-KP-23693-180311100067-180311100067-SITI ERINA- LAPORAN PKL .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman teh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki
arti penting bagi perekonomian masyarakat di Indonesia. Dari tanaman ini, pihak
perkebunan mampu menarik tenaga kerja yang relatif tinggi sehingga akan
membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan memberikan
penghidupan bagi orang banyak. Selain itu, adanya perkebunan teh juga dapat
membantu sumber pendapatan devisa negara dari hasil subsektor perkebunan.
Salah satu perkebunan teh yang ada di Indonesia adalah PT. Perkebunan
Nusantara XII Kebun Teh Wonosari yang mengelolah perkebunan dan hasil
komoditas teh.Menurut Herawati dan Nurbaeti (2004), dalam bidang kesehatan
teh dikenal sebagai tanaman penyegar yang baik untuk kesehatan tubuh manusia.
Keunggulan teh Indonesia diantaranya mengandung katekin 1,34 kali lebih tinggi
dari pada teh dari negaralain.
PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Teh Wonosari ini telah berdiri
sejak tahun 1910 yang terletak di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari
Kabupaten Malang yang mana telah menunjukan pengalamannya dalam mengolah
teh sehingga produk tehnya dapat dikenal dari dalam negeri hingga
internasional.Produk yang dihasilkan dari PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun
Teh Wonosari Malang yaitu teh hitam dan teh putih. Teh hitam merupakan jenis
produk teh utama yang dihasilkan oleh PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Teh
Wonosari. Hal ini disebabkan karena permintaan ekspor pasar yang tinggi
terhadap teh hitam. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan budidaya yang baik
untuk tanaman teh agar produksi yang dihasilkan berjalan dengan optimal dan
dengan kualitas yang baik pula.
Tanaman teh berasal dari sub tropis sehingga sangat cocok untuk ditanam
di daerah pegunungan. Menurut Gnanamangai dan Ponmurugan (2012) dalam
Jamilah (2013), tanaman teh dapat tumbuh pada ketinggian 200-2.300 meter di
atas permukaan laut (dpl). Suhu udara yang baik untuk tanaman teh berkisar 13-
15oC, kelembaban relatif pada siang hari >70%, curah hujan tahunan tidak kurang
2000 mm, dengan bulan penanaman curah hujan kurang dari 60 mm tidak lebih 2
bulan (Puslitbang Perkebunan, 2010).
Luas areal perkebunan teh di Indonesia tahun 2005 adalah 139.121 ha
sedangkan pada tahun 2011 luas perkebunan teh Indonesia menurun menjadi
123.938 ha. Pada data produksi pada tahun 2005 mencapai angka 166.091 ton
daun kering sedangkan pada tahun 2011 produksi menurun sampai 150.776 ton
daun kering. Produktivitas teh pada tahun 2005 mencapai 1.193 ton per ha
sedangkan pada tahun 2011 produktivitas 1.216 ton per ha. Penurunan luasan
areal perkebunan teh akan menimbulkan penurunan produksi tanaman teh.
Produksi teh dapat mempengaruhi volume ekspor teh. Pada data ekspor impor teh
terdapatpenurunanvolumeeksporteh
yaknipadatahun2005dari102.389tonmenjadi75.450 ton pada tahun 2011. Data
impor pada tahun 2005 memiliki volumeimpor5.479 ton mengalami kenaikan
pada tahun 2011 mencapai 19.812 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa
produksi dan luas areal akan mempengaruhi volume kebutuhan ekspor dan impor
Perkebunan Teh Indonesia (Ditjenbun, 2012 dalam Windhita dan Supijatno,
2016). Teknik budidaya dan pengelolaan pemetikan yang tidak tepat dapat
menurunkan mutu teh baik secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu,
perlu adanya upaya-upaya untuk meningkatkan hasil produksi teh tersebut. Salah
satu yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pembenahan dalam teknik budidaya.
Untuk menghasilkan produksi yang tinggi dengan kualitas yang baik maka hal
yang perlu diperhatikan dalam teknik budidaya adalah proses pemetikan.
Pemetikan merupakan salah satu kegiatan budidaya dengan cara
melakukan pengambilan pucuk daun teh dengan memperhatikan persyaratan-
persyaratan yang sudah ditentukan dalam proses pengolahan teh. Kualitas teh
dipengaruhi oleh waktu pemetikan (Setyamidjaja, 2000 dalam Windhita dan
Supijatno, 2016). Pemetikan dengan waktu yang tepat akan menghasilkan
produksi yang optimal. Kualitas pucuk teh sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, diantaranya sistem pemetikan, gilir petik, hanca petik, kapasitas petik,
organisasi dan ketenagakerjaan pemetikan, serta sarana panen dan transportasi
(Setyamidjaja, 2000 dalam Prastiwi,2017).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SITI ERINA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK PEMETIKAN; TEH ; PTPN XII KEBUN TEH WONOSARI MALANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5221 |
