TRUNOJOYO-KP-23688-190311100081-LATIFATUN NIMAH_190311100081_AGROTEKNOLOGI_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Saccarum officinarum L. atau tanaman tebu adalah salah satu komoditas
pertanian yang penting dalam dunia industri. Di Indonesia tanaman tebu
merupakan bahan utama pembuatan gula yakni sebesar 70%. Membudidayakan
tanaman tebu adalah investasi yang dinilai cukup prospektif untuk dilakukan.
Tingkat produksi gula sendiri tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Setiap
tahun permintaan gula akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya
jumlah penduduk dan kebutuhan pangan di Indonesia (Mayang dkk, 2011).
Proses produski benih tebu di Indonesia sendiri masih menggunakan
perbanyakan secara konvensional. Perbanyakan secara konvensional akan
membutuhkan waktu yang lama karena bergantung pada musim tanam. Selain
itu sifat genetik semakin lama akan jauh dari sifat genetik indukannya, sehingga
kebutuhan bibit tebu sulit untuk terpenuhi. Penyedian benih tebu yang unggul
sangat penting untuk mendukung perluasan lahan tebu (Anitasari dkk, 2018).
Manfaat dari tanaman tebu umumnya adalah untuk bahan baku pembuatan gula,
baik gula putih atau gula merah (Yassser dkk, 2020)
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah di atas adalah
perbanyakan tanaman secara in vitro atau kultur jaringan. Teknik in vitro atau
perbanyakan tanaman tebu degan kultur jaringan, bisa memproduksi benih tebu
tidak hanya satu melainkan puluhan sampai ratusan calon tanaman dari satu
bahan tanam dalam waktu yang singkat. Keunggulan lainnya adalah benih tebu
akan bebas dari penyakit dan sifat genetik akan sama dengan indukannya
(Islamina dkk, 2022).
Nurseri Tanaman Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi
Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya adalah balai yang bergerak dalam
bidang perbanyakan tanaman atau perbenihan tanaman tebu. Teknik yang
digunakan Nurseri untuk perbanyakan tanaman adalah secara kultur jaringan
atau in vitro. Bahan yang digunaka untuk perbanyakan dengan kultur jaringan
adalah meristem pucuk atau apeks. Cara ini dilakukan karena dapat
menghasilkan ratusan bahkan ribuan benih tebu dengan cepat dan tanpa
memerlukan area yang luas. Nurseri Tanaman Perkebunan Balai Besar
Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya merupakan balai yang dimiliki pemerintah dalam upaya mendukung petani tebu untuk
mendapatkan benih tebu varietas baru dan unggul. Oleh karena itu mengetahui
tahapan-tahapan perbanyakan tebu secara kultur jaringan sangat menarik untuk
dipelajari.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LATIFATUN NI’MAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERBANYAKAN TANAMAN; TEBU; BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:38 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5202 |
