TRUNOJOYO-KP-23684-180311100072-DEWI NURMAWATI_180311100072_LAPORAN PKL_ACC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Tanaman tomat merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai
ekonomis cukup tinggi sehingga sangat potensial untuk dikembangkan (Prasetyo et
al., 2014). Tanaman tomat dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi pada
tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung zat-zat organik. Untuk
mencapai hasil produksi yang maksimal dalam penanaman tomat harus
diperhatikan beberapa hal antara lainpemilihan benih yang sehat, kultur teknis yang
tepat dan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit. Tomat memiliki
banyak manfaat bagi tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung didalamnya yaitu
vitamin C, vitamin A, dan mineral. Tomat mempunyai manfaat yang baik bagi
kesehatan tubuh manusia seperti menjaga kesehatan jantung, mencegah
perkembangan sel kangker, menjaga kesehatan tulang dan mencegah radang
tenggorokan (Bella, 2002).
Tanaman tomat berada diurutan keenam produksi tanaman sayuran tertinggi
di Indonesia tahun 2019. Produksi tomat di Indonesia pada tahun 2016 yaitu
851.701 ton/tahun. Pada tahun 2017 produksi tomat menurun mencapai 747.577
ton/tahun (Badan Pusat Statistik, 2018). Pada tahun 2018 produksi tanaman tomat
mengalami penurunan menjadi 707.601 ton/tahun (Direktorat Jenderal
Hortikultura, 2019). Produksi tomat pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi
1.020. 333,00 ton/ha (Badan Pusat Statistik, 2109). Tahun 2020 produksi tomat
sebesar 1.015.636 ton. Untuk menunjang ketahanan pangan tanaman tomat bisa
dibudidayakan dengan sistem urban farming atau pertanian perkotaan.
Permintaan pasar terhadap tomat yang semakin tinggi mengharuskan
adanya ketersediaan tomat baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas.
Berdasarkan data kosumsi tomat pada tahun 2017 kosumsi tomat masyarakat
Indonesia sebesar 3,76 kg per kapita per tahun kosumsi tomat pada tahun tersebut
mencapai 878.741 ton, selisih yang cukup tinggi antara permintaan dan
ketersediaan buah tomat sebesar 15.139 ton pada tahun tersebut (Data Konsumsi
Nasional, 2018). Pada tahun 2018 kosumsi tomat masyarakat Indonesia mencapai
3,57 kg per kapita per tahun. Artinya konsumsi tomat pada tahun tersebut mencapai 915.987 ton, selisih yang cukup besar antara permintaan dan ketersediaan tomat
sebesar 52.750 ton pada tahun tersebut (Data Konsumsi Nasional, 2019). Pada
tahun 2019 konsumsi tomat masyarakat Indonesia mencapai 953.001 per kapita per
tahun dan t ahun 2020 sebesar 1.003.015 ton.
Tanaman tomat sebagian besar dibudidayakan secara konvensional, dengan
mengandalkan pupuk kimia sebagai sumber haranya. Namun pertanian
konvensional dalam jangka panjang dapat berakibat buruk terhadap kondisi lahan
dan lingkungan disekitarnya. Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang
menyebabkan struktur tanah rusak, kadar bahan organik menurun (Isnaini, 2006).
Kondisi ini dapat diatasi dengan pemberian bahan organik yang merupakan
komponen terpenting pembangun kesuburan tanah (Pirngadi, 2009).
Konsep pembangunan di sektor pertanian semestinya tidak hanya berfokus
untuk meningkatkan produk, tetapi juga memperhatikan keseimbangan alam,
kualitas, dan keamanan produk. Prinsip budidaya berbasis pengendalian hama,
penggunaan pupuk kompos, pengelolaan sumberdaya terpadu, dan memperhatikan
kelestarian lingkungan perlu diterapkandalam konsep pembangunan sektor
pertanian. Konsep budidaya tersebut sesuai dengan prinsip pertanian organik yang
dapat menjadi solusi dari berbagai potensi permasalahan jangka panjang akibat
penerapan pertanian konvensional dengan mengandalkan penggunaan pupuk kimia
anorganik dan pestisida secara berlebihan (Yuriansyah, dkk. 2010). Selain itu
menurut Sulaeman (2008), Keuntungan pertanian organik lainnya yang
dihasilkannya makanan yang aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan
masyarakat, meningkat dan terjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka
panjang serta terpelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.
Kurnia Kitri Ayu Farm Malang merupakan suatu tempat usaha pertanian
organik yang membudidayakan sayuran organik dengan luas lahan 1000 m2. Bentuk
usaha dari Kurnia Kitri Ayu Farm Malang adalah usaha keluarga yang masuk dalam
keanggotaan kelompok tani. Kurnia Kitri Ayu Farm Malang sangat cocok
digunakan sebagai tempat magang PKL karena di perusahaan kegiatannya lengkap
dari hulu hingga hilir yaitu dari proses budidaya sampai pemasarannya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEWI NURMAWATI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; TOMAT; ORGANIK; LAHAN URBAN FARMING KURNIA KITRI AYU FARM, MALANG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5191 |
