TRUNOJOYO-KP-23682-190311100082-ADZROTUL ARIQOH ULA#190311100082#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris,sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki
banyak lahan yang digunakan sebagai proses produksi pertanian. Dalam perjalanan
waktu, pertanian dapat dipisahkan dalam beberapa periode yang dimulai dari pertanian
tradisional, konvensional dan sistem organik (Mayrowani, 2012). Menurut Herdiani
(2016) pertanian organik adalah suatu alternatif pertanian berkelanjutan karena berperan
melestarikan lingkungan dan memberikan keuntungan. Sistem pertanian organik
merupakan sistem manajemen produksi yang holistik untuk meningkatkan dan
mengembangkan kesehatan agroekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi,
dan aktivitas biologi tanah (Peraturan Menteri Pertanian RI, 2013). Cara budidaya
tanaman organik adalah dengan pengelolaan tanaman menggunakan bahan organik
sebagai sumber hara tanpa menggunakan pupuk an-organik (Lasmini dkk., 2019).
Dengan memelihara atau meningkatkan bahan organik ke dalam tanah dapat mengurangi
efek negatif dari kekeringan disamping meningkatkan produktivitas tanaman.
Sistem pertanian organik dapat diaplikasikan pada jenis-jenis tanamanhortikultura
yang terdiri dari buah-buahan (fruitkultura), sayuran (olerikultura), bunga (florikultura),
tanaman obat (biofarmaka) dan taman (landscape). Sayuran organik merupakan
komoditas hortikultura yang banyak diminati untuk dikembangkan pada pertanian
organik saat ini. Permintaan komoditas sayuran di Indonesia terus meningkat, seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sayuran sangat dibutuhkan oleh masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan gizi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor
komoditassayursayuran pada September 2021 mengalami kenaikan tinggi yakni sebesar
109,64% (MtoM). Adanya peningkatan jumlah permintaan komoditas sayuran dari luar
negeri mengindikasikan bahwa untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan ditambah
peluang pasar internasional yang cukup besar, oleh sebab itu layak diusahakan ditinjau
dari aspek ekonomi atau bisnis.
Tanaman pakcoy merupakan jenis sawi yang banyak dibudidayakan dan
merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia, daun pakcoy digunakan pada beberapa jenis makanan sebagai bahan makanan
utama maupun sebagai pengkap. Menurut Kurniadi (1996) pakcoy selain sebagai
sayuran juga memiliki manfaat untuk kesehatan manusia, terutama yang
mengkonsumsinya secara kontinyu. Pakcoy dapat menghilangkan rasa gatal
ditenggorokkan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala karena mengandung
vitamin dan zat gizi yang penting bagi kesehatan manusia (Vivonda dkk., 2016).
Di Indonesia, budidaya sayuran secara organik telah dikenal dan mulai
dikembangkan. Banyak petani dan pengusaha agribisnis Indonesia sudah mulai
mengembangkan pertanian organik karena dinilai lebih menguntungkan dari pada
pertanian yang masih menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Karakteristik umur
tanaman sayuran daun yang pendek, disertai dengan produktivitas dan nilai jual yang
tinggi menjadikan tanaman sayur daun seperti sawi (Brassicaeae) sebagai komoditas
potensial dalam budidaya organik, dan salah satu komoditas yang cukup dikenal adalah
tanaman sawi sendok atau Pakcoy (Brassica chinensis L.) (Fatma, 2009). Sistem
budidaya secara organik dikenal sebagai sistem budidaya ramah lingkungan yang dapat
secara berlanjut memperbaiki kondisi lahan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADZROTUL ARIQOH ULA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; PAKCOY; ORGANIK; CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5188 |
