TRUNOJOYO-KP-23675-190311100062-YUNELDO PUTRA ARNIKO ASHARI#190311100062#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Sayuran termasuk tanaman holtikultura. Holtikultura sendiri berasal dari
Bahasa latin yakni kata Hortus yang berarti kebun dan cultura yang berarti
budidaya/pengolahan. Di Indonesia sendiri ada lebih dari 100 jenis sayuran yang
tersebar di berbagai di wilayah Indonesia. Salah satu sayuran yang banyak
dikonsumsi masyarakat adalah kangkung. Kangkung termasuk kedalam tanaman
hortikultura. Sebagian besar masyarakat di Indonesia sangat menyukai sayuran
ini karena memiliki rasa yang enak. Di Indonesia sayuran kangkung banyak
digunakan sebagai lalapan (Maryani, 2015).
Menurut Fikri (2015) menyatakan sayuran bahwa kangkung memiliki nilai
ekonomi yang tinggi dan ciri khas dari daerah tropis. Berdasarkan keputusan
menteri pertanian pada nomor 511/Kpts/PD.310/9/2006 menjelaskan bahwa
kangkung menjadi salah satu sayur perlu diperhatikan, hal ini dikarenakan
jumlahnya yang banyak dikonsumsi menjadi alasan yang utama. Tanaman
kangkung dapat beradaptasi secara cepat dan merata pada berbagai kondisi.
Dalam melakukan budidaya tanaman kangkung tidak membutuhkan lahan
yang banyak, jadi sangat cocok untuk dibudidayakan. Selain itu tanaman
kangkung juga memiliki rasa yang enak dan terdapat kandungan gizi yang tinggi
seperti Vitamini A, B, C dan zat besi (Edi, 2015). Pada tahun 2022 kebutuhan
akan sayuran kangkung mencapai 5,13 kg/kapita/tahun. Menurut Juliani (2017)
menyatakan bahwa untuk mencukupi permintaan konsumen terhadap sayuran
maka perlu dilakukan penangana dengan memperhatikan syarat tumbuh dan
perawatan agar mendapatkan tanaman yang berkualitas. Kebanyakan dari
petani di Indonesia melakukan perawatan dengan menggunakan bahan
anorganik sehingga akan menyebabkan lingkungan tercemar dan merugikan
manusia, makhluk hidup yang ada disekelilingnya. Untuk itu perlu melakukan
alternatif yaitu dengan menggunakan bahan organik.
Penerapan budidaya secara organik dapat meningkatkan kualitas dan
kuantitas pada sayuran. Selain itu hasil produktivitas lebih sehat dan aman untuk
di konsumsi. Menurut Harahap et al (2021) menyatakan bahwa budidaya secara
organik adalah menghilangkan bahan kimia dan menuntut agar lahan yang
digunakan budidaya tidak tercemar residu kimia serta mempunnyai aksesibilitas
yang baik dan berkesinambungan. Alternatif lainnya yaitu melakukan urban
farming.
Urban farming adalah suatu praktik budidaya, pemrosesan, dan disribusi
bahan pangan dikota dan sekitarnya. Konsep ini merupakan alternatif solusi
memperpendek jarak antara produsen dan konsumen, sehingga tidak
membutuhkan bahan pengawet dan proses tambahan lainnya. Hal ini membuat
konsumen mendapat jaminan bahan pangan yang masih segar (Wijaya et al
2017).
Kurnia Kitri Ayu farm merupakan salah satu usaha pertanian organik di
derah Malang yang membudidayakan sayuran organik di lahan urban farming.
Melalui praktek kerja lapang ini diharapkan dapat menambah wawasan dan
pengetahuan mengenai teknik budidaya secara organik khususnya kangkung
(Ipomeae aquatica) di lahan urban farming Kurnia Kitri Ayu Farm.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YUNELDO PUTRA ARNIKO ASHARI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERTUMBUHAN TANAMAN; KANGKUNG ; MEDIA TANAM; KEBUN KURNIA KITRI AYU FARM |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5170 |
