TRUNOJOYO-KP-23669-190311100061-TRI KUSUMA ARISTINA_190311100061_LAPORAN PKL ACC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Bayam merupakan tanaman jenis perdu yang dapat dijumpai baik
didataran rendah maupun dataran tinggi. Tanaman yang memiliki daun bulat
telur dengan batang yang berair ini dapat dibudidayakan dimana saja. Bijinya
yang kecil berwarna hitam mengkilat jika disebar pada tanah yang subur juga
akan tumbuh walaupun tidak diberikan perlakuan khusus sekalipun. Terdapat 2
jenis bayam, yaitu bayam yang dibudidayakan dan bayam liar. Bayam yang
dibudidayakan termasuk ke dalam jenis Amaranthus tricolor dan Amaranthus
hybridus yang terdiri dari bayam hijau biasa, bayam merah, dan bayam putih.
Bayam juga dapat digunakan sebagai tanaman obat karena kaya akan serat dan
vitamin. Penggunaan tanaman sebagai bahan obat-obatan juga sudah ada sejak
zaman dulu. Salah satu contoh tanaman bayam yang sering digunakan untuk
obat adalah bayam merah (Rumimper et al., 2014).
Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tanaman yang berasal
dari Amerika yang dikembangkan di Indonesia dari abad ke-19 (Pebrianti et al.,
2015). Kandungan protein dan lemak pada bayam merah dinilai sangat rendah,
akan tetapi bayam merah termasuk salah satu tanaman sayuran yang kaya
serat, vitamin, dan bergizi tinggi. Bayam merah banyak mengandung serat kasar,
mineral, serta kaya antioksidan, seperti flavonoid dan licopen. Kandungan
fitokimia pada bayam merah berfungsi untuk mengurangi dampak kerusakan
tubuh yang disebabkan oleh radikal bebas. Warna merah keunguan yang berasal
dari senyawa antosianin pada bayam merah dapat mencegah masalah prostat
dan menjaga kesehatan tubuh (Alfian et al., 2018). Selain itu, pigmen antosianin
pada bayam merah juga berperan sebagai antioksidan. Antioksidan berperan
sebagai pencegahan terhadap penyakit hati (hepatitis), stroke, kanker usus,
diabetes, sangat penting bagi fungsi otak, dan mengurangi pengaruh penuaan
otak (Pebrianti et al., 2015). Rumimper et al (2014) menyebutkan bahwa bayam
merah dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah yang dibuktikan dengan
penelitiannya pada seekor tikus yang diberi perasan daun bayam merah.
Semakin tinggi pemberian dosis perasan bayam merah maka semakin tinggi
kadar hemoglobin dalam darah. Selain itu, bayam merah juga termasuk tanaman
yang banyak diminati oleh masyarakat karena selain manfaatnya yang banyak
harganya juga terjangkau. Berdasarkan kandungannya yang sangat bermanfaat
untuk kesehatan tubuh manusia, alangkah baiknya budidaya bayam merah
2
dilakukan secara organik. Budidaya bayam merah organik juga dinilai lebih sehat
daripada budidaya bayam merah non-organik.
Bayam merah organik merupakan salah satu tanaman yang
dibudidayakan tanpa menggunakan bahan sintetik atau bahan kimia apapun.
Budidaya bayam merah secara organik membutuhkan keterampilan khusus agar
dihasilkan produksi yang optimal mulai dari tanam hingga panen dan
pascapanen. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam merah
dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara dalam tanah. Oleh sebab itu, media
tanam yang digunakan untuk tanaman bayam merah harus banyak mengandung
unsur hara terutama unsur nitrogen yang terdapat pada pupuk kompos maupun
organik (Akhda, 2009). Sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan
hasil yang optimal pada bayam merah organik, maka harus dilakukan
pemupukan yang baik dan benar. Pemupukan dilakukan agar pertumbuhan
bayam merah bagus dan kebutuhan unsur hara pada bayam merah terpenuhi.
Pemupukan untuk tanaman organik dilakukan dengan menggunakan bahan
organik yang berasal dari kotoran ternak atau sisa tanaman setelah panen.
Sebagai contoh pupuk organik yang sering digunakan pada tanaman terutama
bayam merah adalah pupuk kandang kambing.
Pupuk kandang kambing adalah salah satu jenis pupuk yang berupa
padatan yang banyak mengandung bahan organik. Kotoran yang dihasilkan oleh
kambing menghasilkan berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Teksturnya yang granula membuat penyerapannya menjadi slow rilis. Selain
kotoran kambing, urin kelinci juga dapat digunakan sebagai pupuk organik cair.
Urin kelinci memiliki pengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan biologi tanah
(Segari et al., 2017). Selain kedua bahan organik tersebut, arang sekam dan
sekam juga merupakan bagian media tanam yang juga berfungsi sebagai bahan
pembenah tanah. Beberapa media tanam tersebut dapat ditemukan dan sering
digunakan pada sistem pertanian organik. Penggunaan pupuk organik cair dan
padat pada sistem pertanian organik sangat disarankan. Beberapa penelitian
membuktikan bahwa penggunaan pupuk organik pada tanaman dinilai dapat
menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang baik (Supartha et al., 2012).
Selain itu, penggunaan pupuk organik juga ramah lingkungan karena tidak
banyak meninggalkan residu.
Sistem pertanian organik merupakan sistem pertanian yang tidak
menggunakan bahan kimia melainkan menggunakan bahan organik. Pertanian organik bertujuan untuk menyajikan produk-produk pertanian, terutama bahan-
bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak
merusak lingkungan (BPTP Sulsel, 2018). Konsep pertanian organik berawal dari
pemikiran bahwa hutan alam yang banyak ditumbuhi tanaman bisa hidup tanpa
campur tangan manusia. Pada umumnya semua jenis tanaman dapat
dibudidayakan secara organik (Pracaya, 2007). Sistem pertanian organik telah
banyak diterapkan di Indonesia, sebagai contoh di Kurnia Kitri Ayu Farm yang
merupakan usaha mandiri milik keluarga yang dikelolah oleh Bapak Hari
Soejanto sejak tahun 2006.
Sebagai upaya untuk menambah pengetahuan mengenai budidaya
bayam merah organik, maka dilakukan Praktik Kerja Lapang di Kurnia Kitri Ayu
Farm, Malang. Kebun Kurnia Kitri Ayu Farm Malang menyediakan fasilitas
budidaya pertanian organik yang sesuai dengan kajian yang akan dibahas
mengenai teknik budidaya keseluruhan dan percobaan mengenai perbedaan
media tanam organik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah
organik. Adanya Praktik Kerja Lapang ini diharapkan mahasiswa dapat
menambah pengetahuan dan dapat melaksanakan teori-teori melalui praktik
secara langsung, khususnya pada kajian yang akan dibahas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM TRI KUSUMA ARISTINA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERTUMBUHAN; HASIL PANEN; BAYAM MERAH; ORGANIK; MEDIA TANAM; KEBUN KURNIA KITRI AYU FARM |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:37 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5159 |
