BUDIDAYA SELADA ROMAINE (Lactuca sativa var. longifolia) SECARA ORGANIK DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO

LAILATIN NISFIYAH (2022) BUDIDAYA SELADA ROMAINE (Lactuca sativa var. longifolia) SECARA ORGANIK DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23668-190311100001-LAILATIN NISFIYAH 190311100001 F20 PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23668-190311100001-LAILATIN NISFIYAH 190311100001 F20 PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merupakan salah satu Perguruan
Tinggi Negeri yang diakui di Provinsi Jawa Timur dan satu-satu perguruan tinggi
negeri yang ada di Pulau Madura. Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah
satu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura. Praktik Kerja Lapang adalah matakuliah wajib yang
harus ditempuh mahasiswa dalam menyelesaikan program pendidikan sarjana.
Kegiatan Praktik Kerja Lapang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi
mahasiswa untuk memenuhi pencapaian belajar dalam hal sikap, pengetahuan,
ketrampilan umum, dan ketrampilan khusus.
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya
bermata pencaharian sebagai petani. Pertanian dibagi menjadi enam subsektor
yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor holtikultura,
subsektor perikanan, subsektor peternakan, dan subsektor kehutanan. Salah satu
subsektor yang berkontribusi tinggi ialah subsektor holtikultura (Eprianda 2017).
Pertanian organik merupakan suatu produksi pertanaman yang
berdasarkan daur ulang hara secara hayati. Pertanian organik diusahakan
memberikan keuntungan yang cukup besar kepada pembangunan pertanian. Hal
ini disebabkan karena harga jual dari produk pertanian organik lebih tinggi dan
juga dalam hal konversi sumber daya lahan dan lingkungan. Salah satu produk
dari pertanian organik yang banyak dikembangkan yaitu dari komoditas holtikultura
seperti sayuran (Susanto 2002).
Holtikultura merupakan ilmu yang mempelajari budidaya tanaman sayuran,
buah-buahan, bunga atau tanaman hias. Komoditas holtikultura memiliki ciri-ciri
penting yaitu komoditas holtikultura dipasarkan dalam kondisi segar. Selain itu
komoditas holtikultura mudah rusak, sehingga komoditas ini tidak lama dan harus
segera dipasarkan. Komoditas holtikultura memiliki kandungan air yang cukup
tinggi, maka untuk penyimpanan dan pengangkutan membutuhkan ruang yang
luas. Kualitas produk holtikultura merupakan kunci utama, karena apabila tidak
berkualitas tidak ada harganya (Poerwanto 2014).
Komoditas holtikultura di Indonesia memiliki prospek pengembangan yang
sangat baik karena memiliki ekonomi yang tinggi serta potensi pasar yang terbuka
lebar. Seiring dengan semakin pentingnya kedudukan holtikultura dalam

kehidupan sehari-hari sebagai sumber berbagai vitamin dan mineral. Selain buah-
buahan, bunga, dan tanaman hias jenis tanaman lain yang dikelompokkan ke

dalam tanaman holtikultura adalah sayuran yang kaya akan gizi, vitamin, mineral
serta sayuran juga penambah ragam, rasa, warna, dan tekstur pada makanan
(Zulkarnain 2010).
Komoditas holtikultura memiliki banyak jenis, salah satunya yaitu Selada.
Menurut Samadi (2014) selada atau lettuce memiliki lima jenis tanaman yaitu
selada keriting hijau biasa disebut selada keriting, selada keriting merah
(lollorosa), selada romaine, selada batavia, dan selada butterhead. Jika dilihat dari
syarat tumbuhnya, selada dapat tumbuh pada ketinggian 1.000-1.900 mdpl,
sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 15°C - 20°C dan
curah hujan 1.000-1.500 mm per tahun.
Selada romaine merupakan sayuran yang berasal dari daerah yang
beriklim subtropis, diduga berasal dari Asia Barat atau Amerika (Haryanto 2003).
Negara tropis akan menerima pancaran matahari yang terik secara terus menerus
sepanjang tahun karena terletak di sepanjang kawasan garis khatulistiwa.
Indonesia umumnya membudidayakan selada romaine di dataran tinggi yang
memiliki suhu udara lebih rendah. Kualitas tanaman selada romaine yang baik
ditunjukkan dengan warna hijau yang lebih terang, memiliki tekstur yang renyah,
kesegaran yang tinggi, serta terhindar dari kerusakan (Hutagalung et al. 2021).
Komunitas Pertanian Organik Brenjonk merupakan salah satu komunitas
yang bergerak dalam bidang pertanian yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Komunitas Pertanian Organik Brenjonk didirikan pada tahun 2007 yang berada di
Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Komunitas
Pertanian Organik Brenjonk tersebar luas di 16 Desa yang ada di Kecamatan
Trawas yaitu Ketapanrame, Penanggungan, Selotapak, Kesiman, Kemloko,
Kemlagi, Jaten, Tamiajeng, Nembes, Kemendung, dan Sukosari dan Kecamatan
Pacet yaitu Cembor, Pacet, Mligi, Claket, dan Sendi. Jumlah anggota komunitas
ialah 167 kader dengan luas lokasi 4,4026 Ha.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
LAILATIN NISFIYAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; SELADA ROMAINE;ORGANIK; KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK KECAMATAN TRAWAS MOJOKERTO
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:37
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5157

Actions (login required)

View Item
View Item