TRUNOJOYO-KP-23647-190311100091-Mitha Nurfaida#190311100091#Agroekoteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Budidaya tanaman buah-buahan semakin diminati masyarakat karena
komuditas ini dapat memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan.
Indonesia memiliki suhu, iklim yang memadai, serta kondisi tanah kaya akan
hara untuk pertumbuhan tanaman, sehingga jenis tanaman buah-buahan ini
mampu hidup dan tumbuh subur. Buah merupakan komuditas yang mempunyai
kandungan vitamin, mineral, protein, dan serat tinngi yang berguna bagi
kesehatan. Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) merupakan salahsatu jenis
tanaman buah yang banyak dikembangkan secara komersial di Indonesia.
Kelengkeng merupakan kerabat dekat dari rambutan (Naphelium
lappceum). Kapulasan (Naphelium mutabile), dan leci (Naphelium litchi).
Pohon kelengkeng dapat menjadi besar dan bercabang banyak, daunnya rimbun
dan masih mampu berproduktif hingga 100 tahun. Buahnya kecil kurang lebih
seukuran kelereng, warna kulit buah yang kecoklatan seperti sawo yang tidak
berbulu, daging buahnya berwarna putih dan bijinya satu berwarna hitam
kecoklatan (Sunanto, 1990).
Indonesia adalah sebuah negara yang mempunyai jumlah penduduk
yang besar dengan tingkat perekonomian yang terus mengalami peningkatan.
Tingkat ekonomi yang terus meningkat berimbas pada kesadaran konsumsi
buah-buahan juga meningkat. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia sebagai
pasar yang sangat menggiurkan bagi produsen buah lengkeng di dunia, apalagi
didukung oleh produksi buah lengkeng dalam negeri yang masih sedikit
(Kementrian Pertanian. 2015).
Permintaan buah kelengkeng cenderung meningkat dari tahun ke tahun
seiring perkembangan trend buah di kalangan masyarakat. Impor buah
kelengkeng ke Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 50.105.956 ton yang
tersebar masuk melalui Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas,
Batam, dan Tanjung Perak Surabaya (Barantan, 2014). Impor buah Kelengkeng
melalui Pelabuhan Tanjung Perak tahun 2013 sebanyak 19.100.797 ton dan
berasal dari negara Cina, Vietnam serta Thailand (BBKP Surabaya 2014).
Para pemulia menanggapi masalah ini dengan mewujudkan
perbanyakan tanaman dengan cara vegetatif, salah satunya adalah dengan
cangkok. Cara ini juga mampu memperbaiki kelemahan tanaman dan membuat
tanaman lengkeng memiliki nilai ekonomis yang lebih baik.
Cangkok merupakan jenis pembiakan secara vegetatif dengan tujuan
untuk mendapatkan keturunan yang sama dengan induknya dan mempercepat
hasil yang dihasilkan oleh induknya (Rochiman dan Hardaji. 1973). Sebagian
dari cangkok bisa dilakukan pada batang yang berwarna coklat dan sudah
menghasilkan biji, buah atau lainnya yang dianggap menghasilkan nilai
ekonomi bagi manusia
Kebun CV. Agro Utama Mandiri merupakan salah satu kebun
pembibitan yang fokus terhadap tanaman hortikultura tahunan. Upaya
perbanyakan tanaman lengkeng di kebun CV. Agro Utama Mandiri yaitu
melakukan perbanyakan dengan beberapa teknik, salah satunya teknik cangkok.
Syarat-syarat khusus diperlukan dalam teknik cangkok pada tanaman kengkeng
ini, seperti kriteria batang harus dalam kondisi sehat atau tidak cacat,
berdiameter sesuai.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MITHA NURFAIDA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERBANYAKAN TANAMAN; VEGETATIF; KELENGKENG; CV. AGRO UTAMA MANDIRI LESTARI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5117 |
