TRUNOJOYO-KP-23646-190311100063-Ahmad Sulaiman#190311100063#Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris yang mana mayoritas penduduknya
bekerja sebagai petani. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya lahan pertanian atau
perkebunan yang ada di Indonesia. Kondisi iklim yang ada di Indonesia yang
cukup baik untuk pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik, selain itu kondisi tanah di Indonesia yang
mempunyai kandungan unsur hara yang baik sehingga dapat membantu
pertumbuhan suatu tanaman. Salah satu produk pertanian yang ada di
Indonesia adalah produk buah-buahan seperti jambu kristal.
Sektor pertanian terdiri dari beberapa sub sektor yang meliputi tanaman
bahan pangan, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan hortikultura.
Buah-buahan ialah kelompok komoditas pertanian yang mampu menghasilkan
pendapatan yang tinggi dari pada kelompok komoditas lainnya. Oleh karena
itu, produksi buah tingkat nasional perlu dikembangkan lagi supaya tidak
mengandalkan buah impor. Salah satu jenis buah yang memiliki prospek yang
baik adalah jambu kristal (Ramdhona et al. 2019).
Jambu biji (Psidium guajava) adalah buah yang mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi, hal ini berkaitan dengan manfaatnya bagi kesehatan
tubuh manusia. Beberapa manfaat jambu biji bagi kesehatan antara lain: kaya
akan kandungan vitamin C, vitamin A, serta kalium, dan antioksidan. Jambu
biji juga mengandung nutrisi lain, seperti serat, zat besi, protein, magnesium,
serta folat, meski dalam jumlah yang sedikit, selain itu jambu biji juga
memiliki kandungan antioksidan yang terdapat pada buah dan daunnya (Bakara
2020).
Jambu kristal merupakan varietas baru dari jambu biji yang
dikembangkan di Taiwan pada tahun 1991 kemudian dikembangkan di
Indonesia pada tahun 2009 hingga saat ini. Jambu kristal memiliki keunikan
dalam hal tekstur dan bentuknya yang beda dari jambu biji pada umumnya.
Keunggulan dari jambu kristal yaitu dagingnya yang renyah dan hampir tidak
ada bijinya. Selain daging buahnya renyah, kandungan biji pada jambu ini hanya 3% bagian buah, sepintas jambu kristal hampir tidak berbiji. Buah ini
memiliki kadar kemanisan pada kisaran 11-12 brik, serta mengandung banyak
air. Hal ini yang menjadi daya tarik varietas jambu kristal itu sendiri (Herdiat et
al. 2019). Menurut Datundugon (2020) produksi buah jambu biji mengalami
peningkatan mulai terjadi dari tahun 2015 hingga 2019. Secara nasional
produksi jambu biji mengalami peningkatan produksi mulai tahun 2015 sebesar
195.751 ton ke tahun 2019 sebesar 239.407 ton.
Budidaya jambu kristal dengan kualitas terbaik dan hasil panen yang
melimpah, dibutuhkan pengelolaan yang sesuai dengan standar operasional
prosedur yang telah disetujui. Kebanyakan petani-petani saat ini, pada saat
melakukan pengelolaan banyak mendapatkan ilmu secara turun-menurun dari
orang tuanya masing-masing. Kegiatan tersebut dapat menyebabkan banyak
sekali hasil panen dengan kualitas buah yangg kurang maksimal, padahal jika
hasil panen tanaman jambu kristal memiliki kualitas yang baik dengan tingkat
tertinggi, maka tingkat harga penjualan dari jambu kristal jauh di atas rata-rata
dengan jenis jambu biji lainnya. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya
pemahaman petani tentang penyakit pada tanaman, unsur hara, dan cara
pemberian pupuk yang sesuai, yang dapat menimbulkan pertumbuhan tanaman
menjadi terhambat dan akhirnya akan berpengaruh pada hasil panen yang
buruk (Sudiarto et al. 2017).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AHMAD SULAIMAN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA; HAMA PENYAKIT TANAMAN; JAMBU KRISTAL; PT. KUSUMA SATRIA DINASASRI WISATAJAYA KOTA BATU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:36 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5115 |
