TEKNOLOGI KONSERVASI DAN CARA REHABILITASI TERUMBU KARANG DI PANTAI BANGSRING BANYUWANGI

LISANA AINUN SHAFA ARIYANTI (2021) TEKNOLOGI KONSERVASI DAN CARA REHABILITASI TERUMBU KARANG DI PANTAI BANGSRING BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23641-180341100035-180341100035_LISANA AINUN SHAFA ARIYANTI_LAPORAN PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23641-180341100035-180341100035_LISANA AINUN SHAFA ARIYANTI_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pantai Bangsring adalah sebuah kawasan perairan yang terletak di Pulau Jawa
paling timur, Pantai Bangsring terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo,
Kabupaten Banyuwangi. Pantai Bangsring ini mempuyai ekosistem yang berkaitan
dengan kondisi kehidupan masyarakat yaitu ekosistem terumbu karang. Masyarakat
Pantai Bangsring sebagian besar merupakan nelayan ikan hias dan bergantung pada
keberadaan ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir. Kawasan Pantai Bangsring
Underwater ini yang dibuka secara umum sejak agustus 2014 sebagai kawasan
ekowisata bahari dan destinasi Pulau Tabuhan yang berada di perairan bangsring dan
merupakan wisata pulau di Desa Bangsring (Zulis dan Umi 2019).
Ikan hias yang menjadi penangkapan utama di Pantai Bangsring Banyuwangi
telah dilakukan sejak tahun 1970. Bapak Sukirno selaku pengelola Pantai Bangsring
mengatakan bahwa dulu perairan Bangsring merupakan tempat penangkapan ikan
dengan memakai bom ikan yaitu potasium sianida. Penggunaan kalium digunakan oleh
nelayan dengan menangkap ikan konsumsi ataupun ikan hias. Penggunaan bom
potasium sianida merusak ekosistem bawah laut Bangsring, terutama terumbu karang
yang merupakan rumah ikan alami, rusak berat dan mengakibatkan penurunan populasi
ikan secara drastis. Kondisi laut Bangsring yang rusak dan tercemar mengakibatkan
ikan berpindah tempat dan menemukan habitat baru (Zulis dan Umi 2019).
Konservasi terumbu karang merupakan salah satu alternatif untuk mengembalikan
keberadaan ikan. Transplantasi karang adalah teknik memperbanyak koloni karang
dengan menggunakan reproduksi karang secara aseksual melalui fagmentasi. Metode
transplantasi adalah tehnik sederhana sebagai cara memulihkan terumbu karang.
Tehnik ini memerlukan lokasi terumbu karang yang rusak memiliki keunikan tersendiri
untuk di perbaiki. Umumnya pemilihan lokasi didasarkan pada kondisi fisik atau
kondisi kimia pada perairan dan setiap tahapan dalam melakukan transplantasi karang
adalah faktor kunci kesuksesan transplantasi karang. Tahap transplantasi adalah
pemilahan tempat pembuatan substrat, pemilihan bibit, penanaman dan pemantauan karang dengan upaya pemulihan ekosistem perairan salah satunya di kawasan
Bangsring Banyuwangi.
Sosialisasi kepada masyarakat Pantai Bangsring khususnya kepada paguyuban
nelayan dan pengumpul ikan di pantai Bangsring, dengan membangun pola pikir
melalui lembaga kelompok nelayan dan memfasilitasi pengurusan perizinan kapal
untuk nelayan yang ingin mengganti cara penangkapan. Cara transplantasi terumbu
karang juga dilaksanakan agar mempercepat pemulihan ekosistem laut. Besarnya
manfaatiyang dirasakan oleh para nelayan membuatimereka sadar agar dapat
mengembangkan kawasan konservasi (Kamaali et al. 2016).
Berangkat dari hal tersebut diatas, pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL)
dilakukan untuk mengetahui teknologi konservasi dan cara rehabilitasi terumbu karang
terhadap perairan khususnya pada Pantai Bangsring, Banyuwangi.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
LISANA AINUN SHAFA ARIYANTI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords TEKNOLOGI KONSERVASI; REHABILITASI; TERUMBU KARANG; PANTAI BANGSRING BANYUWANGI
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:36
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5105

Actions (login required)

View Item
View Item