TRUNOJOYO-KP-23624-190311100095-LAPORAN PKL ISNA NUR RAHMAWATI_190311100095.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara dengan tingkat konsumsi buah terendah di
regional Asia. Menurut data dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementrian
Pertanian pada tahun 2011 jumlah konsumsi buah masyarakat hanya mecapai
35 kg per kapita per tahun. Angka ini sangat jauh dari rekomendadi FAO yaitu
sebesar 75kg per kapita per tahun. Namun saat ini jumlah konsumsi masyarakat
terhadap buah-buahan segar dan hasil olahan buah baik produk domestik
maupun buah impor telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Volume
pasar buah dalam negeri telah menunjukkan kecenderungan naik setiap
tahunnya. Setiap lima tahun pertumbuhan permintaan buah ini rata-rata
mencapai angka 6%. Namun peningkatan ini tidak dibarengi dengan peningkatan
produksi buah di Indonesia. Menurut data ITC, jumlah ekspor buah-buahan segar
Indonesia hanya mencapai 0,3% dari total ekspor buah-buahan segar di dunia
yang berada di angka 13%. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya
pengembangan budidaya tanaman buah di Indonesia.
Tanaman srikaya (Annona squamosa L.) merupakan salah satu tanaman
tropis. Tanaman ini dikenal memiliki banyak khasiat yang terkandung pada
seluruh bagian tanamannya. Selain menghasilkan buah yang lezat, tanaman ini
juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan maupun pestisida nabati. Buah
srikaya memiliki banyak khasiat sebagai obat, antara lain untuk mengatasi
demam, diare, dan menurunkan kadar asam urat serta obat anticacing.
Kandungan kalori yang ada pada buah srikaya juga cukup tinggi sehingga baik
untuk penderita anemia maupun camila sehat untuk menambah berat badan.
Namun buah ini belum begitu populer jika dibandingkan degan buah lainnya
seperti jeruk, apel, salak dan buah-buahan tropis lainnya. Buah ini lebih sering
dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti selai maupun sirup. Hal ini karena buah
ini memiliki ukuran yang kecil dengan jumlah bijinya yang sangat banyak,
sehingga membuat buah ini agak sulit dikonsumsi daripada jenis buah-buahan
lainnya. Namun saat ini masalah ini telah teratasi dengan berkembangnya
varietas baru yang menghasilkan buah dengan ukuran besar dan biji yang
sedikit.
Srikaya jumbo merupakan srikaya varietas baru di Indonesia. Tanaman ini
merupakan hasil introduksi dari Thailand pada tahun 2000. Buah srikaya jumbo memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan srikaya lokal, seperti
ukuran buah yang lebih besar yaitu sekitar 800g/buah dibandingkan dengan
srikaya lokal yang hanya memiliki berat antara 100-200 g/buah. Selain itu, daging
buah yang dihasilkan juga lebih tebal, lembut dan tidak berserat dengan
citarasanya yang lebih manis. Jumlah biji pada srikaya jumbo ini juga relatif lebih
sedikit dibandingkan dengan srikaya lokal sehingga lebih mudah dikonsumsi
masyarakat. Srikaya jumbo bisa laku dipasaran dengan harga yang lebih tinggi
dibandingkan dengan srikaya lokal yaitu Rp 30.000/kg dan srikaya lokal yang
laku sekitar Rp 2.000-3.000/kg. Bahkan saat ini, harga srikaya jumbo di
supermarket mencapai Rp. 75.000/kg, sementara harga srikaya lokal hanya
sekitar Rp 20.000/kg atau sepertiga dari harga srikaya jumbo. Dengan kelebihan
tersebut, dapat dipastikan bahwa buah ini memiliki potensi untuk dibudidayakan
secara komersial untuk meningkatkan produksi buah di Indonesia.
Tanaman srikaya jumbo tergolong tanaman genjah yaitu mulai berbuah saat
tanaman berumur 2 tahun. Tanaman ini juga sangat produktif, dapat berbuah 2-3
kali per tahun dengan jumlah buah yang dihasilkan setiap tanaman mencapai 40
buah. Tanaman ini juga tergolong adaptif, tidak membutuhkan jenis tanah yang
spesifik untuk membudidayakannya. Cara perawatannya juga lebih mudah,
dimana tanaman ini tidak membutuhkan pengairan secara terus-menerus.
Tanaman ini dapat berbuah lebat di daerah tropis maupun di dataran tinggi
dengan ketinggian sampai 800 mdpl dengan curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun,
kelembaban udara 50-60% dan temperatur udara 20°c- 30°c. Tanaman inijuga
membutuhkan sinar matahari yang optimal dengan intensitas cahaya 50-80%.
Proses budidaya tanaman srikaya dimulai dengan pemilihan bibit, pengolahan
tanah, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Bibit yang
digunakan untuk budidaya tanaman srikaya jumbo dapat berasal dari penangkar
bibit maupun hasil perbanyakan sendiri. Bibit srikaya jumbo dapat diperoleh dari
hasil perbanyakan secara vegetatif seperti okulasi, sambungan ataupun
cangkok. Penanaman srikaya dapat dilakukan dilakukan di pekarangan rumah
maupun di lahan tegal. Proses penanaman dimulai dengan pengolahan tanah
dengan membuah gundukan. Agar tanaman srikaya dapat berbuah dengan baik
dan berkualitas maka diperlukan perawatan yang intensif. Unsur-unsur harayang
dibutuhkan tanaman srikaya harus dipenuhi dengan melakukanpemupukan
secara rutin.
Budidaya tanaman srikaya jumbo di Indonesia umumnya masih bersifat usaha
tani rumahan yang dibudidayakan di pekarangan rumah dalam jumlah yang
sedikit dan tidak menerapkan teknologi maju. Usaha pengelolaan srikaya juga
masih tergolong sederhana, sehingga buah yang dihasilkan belum mampu
memenuhi tuntutan pasar. Guna memenuhi permintaan pasar yang banyak dan
kualitas produk yang bermutu, maka pengembangan usaha budidaya tanaman
srikaya jumbo harus didukung dengan penggunaan teknologi yang memadai dan
teknik budidaya yang tepat. Oleh karena itu perlu adanya kajian teknik budidaya
tanaman srikaya jumbo yang baik dan benar agar dapat menghasilkan buah
yang optimal dan berkualitas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ISNA NUR RAHMAWATI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; SRIKAYA JUMBO; UD. SABILA FARM |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5063 |
