TRUNOJOYO-KP-23622-180331100004-LAPORAN PKL_180331100004 DIANA IKA P.N.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman teh (Camellia sinensis) berbentuk pohon. Tanaman ini dapat
tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis, dengan menuntut cukup sinar
matahari dan hujan sepanjang tahun. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di
daerah ketinggian 200 - 2.000 meter. Semakin tinggi letak daerah semakin
menghasilkan mutu teh yang baik. Teh dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh
yang diolah melalui proses pengolahan khusus yang spesifik tergantung jenis teh
yang ingin dihasilkan. Teh merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi
masyarakat setelah air, baik dinikmati dingin ataupun panas. Konsumsi teh
nasional mencapai 350 gram/kapita/ tahun, diperkirakan konsumsi teh tak kurang
dari 120 ml setiap hari. Teh biasanya dikonsumsi sebagai pend Camping hidangan
makanan ataupun acara-acara adat sehingga dapat dikatakan minuman teh telah
mengakar dalam budaya masyarakat.
Perkebunan merupakan salah satu sektor pertanian yang memberikan
devisa bagi perekonomian Indonesia. Salah satu tanam perkebunan yang memberi
potensi tersebut adalah teh. Potensi tersebut dapat terjadi melalui agroindustri
pengolahan teh yang konsumsinya tidak hanya dalam negeri tapi juga luar negeri
(ekspor). Hal ini ditunjukkan oleh data beberapa tahun terakhir ekspor dan
konsumsi teh. Konsumsi teh tahun 2002 sebesar 0,77 kg/kap/thn sedangkan pada
tahun 2015 konsumsinya turun menjadi 0,18 kg/kap/thn dimana rata-rata
pertumbuhan setiap tahunnya turun 6,68%. Konsumsi teh tertinggi dicapai pada
Tahun 2007 yaitu sebesar 0,78 kg/kap/thn. Ekspor dan impor teh Indonesia secara
umum dibedakan menjadi dua jenis yaitu teh hijau (Green Tea) dan teh hitam
(Black Tea). Selama periode tahun 2014-2018, Indonesia mengekspor 80 persen
teh hitam ke berbagai nagara. Tercatat Pada tahun 2018 volume ekspor teh hitam
mencapai 37.455 ton atau 79,97 persen terhadap total volume ekspor teh dengan
nilai ekspor sebesar US$ 73,3 juta (BPS, 2017).
PT. Perkebunan Tambi merupakan salah satu perusahaan pengolahan teh
hitam yang cukup terkenal dan berkualitas. Hasil produksi teh di PT Perkebunan
Tambi sebagian besar telah di export ke berbagai negara-negara di dunia seperti
Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jepang, Jerman, Polandia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Rusia, Irak dan Uni Emirat Arab. Seiring dengan perkembangan
industri yang menuntut produsen untuk menghasilkan produk yang berkualitas,
maka dengan pemberian jaminan mutu dari perusahaan terhadap produk sangat
berpengaruh dalam menentukan pasar dan daya saing produk. Pada perusahaan
PT. Perkebunan Teh Tambi Wonosobo melakukan beberapa tahap pengendalian
mutu (Quality Control) dalam proses produksinya. Pengendalian mutu (Quality
Control) dimaksudkan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu serta
menjaga keamanan produk yang dihasilkan. Untuk hal tersebut dibutuhkan
standar mutu yang diterapkan dalam proses produksinya. Dalam hal ini PT.
Perkebunan Teh Tambi Wonosobo menerapkan ISO
9001:2000/SNI.19.9001:2001 sebagai acuan kegiatan produksi. Dengan
penerapan standar operasional dalam kegiatan produksi diharapkan dapat
menghasilkan produk yang sesuai dengan stadar mutu yang disyaratkan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DIANA IKA PUTRI NOVITASARI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PENGENDALIAN MUTU; PROSES PRODUKSI; TEH HITAM; PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5060 |
