PROSES PRODUKSI TEH HITAM PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO

RISA KUSTINI (2021) PROSES PRODUKSI TEH HITAM PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23621-180331100017-RISA KUSTINI_180331100017_LAPORAN PKL PT PERKEBUNAN TAMBI UP BEDAKAH.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23621-180331100017-RISA KUSTINI_180331100017_LAPORAN PKL PT PERKEBUNAN TAMBI UP BEDAKAH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya, letak geografis yang strategis
dan iklim tropis sangat menguntungkan di bidang pertanian. Sepanjang tahun
wilayahnya memperoleh sinar matahari dan memiliki kelembaban udara yang
tinggi. Tanah subur yang melimpah mengakibatkan sebagian komoditas pertanian
global dapat hidup di Indonesia. Perkebunan merupakan sektor perluasan dari
bidang pertanian. Banyak jenis tanaman perkebunan yang tumbuh subur dan
dikembangkan di Indonesia. Teh merupakan salah satu jenis komoditi yang tersebar
luas di wilayah Indonesia dan menjadi salah satu komoditas potensial nasional.
Tanaman penghasil teh pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1684,
berupa biji teh (diduga teh sinensis) dari jepang yang dibawa oleh Andreas Cleyer
seorang berkebangsaan Jerman yang dijadikan tanaman hias di Batavia. Teh
jenis Assamica mulai masuk ke Indonesia (Jawa) pada tahun 1877, dan ditanam
oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat (sekarang menjadi
lokasi Pusat Penelitian Teh dan Kina). Tanaman teh jenis assamica mempunyai
produksi tinggi dan sangat cocok di tanam di Indonesia. Secara perlahan
penanaman teh sinensis diganti dengan teh assamica. Pengolahan daun teh dapat
divariasi dan menghasilkan produk-produk pangan yang bermacam-macam.
Produk pangan yang bahan bakunya dari daun teh biasanya disajikan dalam bentuk
minuman.
Minuman teh terbuat dari pucuk daun muda tanaman teh. Berdasarkan
proses pengolahannya, jenis teh dibagi menjadi teh hijau (tanpa fermentasi), teh
oolong (sebagian difermentasi) dan teh hitam (sepenuhnya difermentasi). Untuk
memperoleh produk teh yang baik dan berkualitas tinggi, proses produksi yang
dilakukan harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Proses yang harus
ada pada saat mempoduksi teh diantaranya pemetikan daun segar yang harus sesuai
standar, analisis hasil petikan, pelayuan pada daun teh, proses penggulungan diikuti
dengan oksidasi enzimatis, pengeringan, sortasi, pengemasan dan penyimpanan.
Beberapa tahun terakhir produksi dan kualitas teh cenderung fluktuatif.
Tahun 2016, produksi teh dalam negeri mencapai 91.039 ton dan mengalami kenaikan pada tahun 2017 menjadi 91.926 ton. Sedangkan produksi teh pada tahun
2018 sebanyak 90.016 ton. Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan
produksi yaitu penurunan areal perkebunan teh di Indonesia, seperti pada tahun
2018, luas areal perkebunan teh sekitar 52.154 hektar dan mengalami penurunan
jika dibandingkan dengan data luas areal perkebunan teh pada tahun 2016 yang
menembus 52.384 hektar (BPS, 2017). Ekspor dan impor teh Indonesia secara
umum dibedakan menjadi dua jenis yaitu teh hijau (Green Tea) dan teh hitam
(Black Tea). Selama periode tahun 2014-2018, Indonesia mengekspor 80 persen teh
hitam ke berbagai nagara. Tercatat Pada tahun 2018 volume ekspor teh hitam
mencapai 37.455 ton atau 79,97 persen terhadap total volume ekspor teh dengan
nilai ekspor sebesar US$ 73,3 juta.
Proses produksi teh sangat menarik untuk dipelajari. Produsen dituntut
untuk menghasilkan produk berkualitas yang sangat berpengaruh dalam
menentukan pasar dan daya saing. Oleh karena itu, Praktik Kerja Lapang (PKL)
yang akan penulis lakukan bertujuan untuk mempelajari proses pengolahan pucuk
teh menjadi teh kering yang siap dipasarkan. PT Perkebunan Tambi merupakan
salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi teh yang cukup
berkualitas. Hal ini dapat ditinjau dari segi teknologi yang digunakan dan mutu
produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan berupa teh hitam, teh hijau dan
teh celup. Pengolahan teh hitam pada PT. Perkebunan Tambi khususnya Unit
Perkebunan Bedakah menggunakan sistem pengolahan orthodox. Sistem ini
digunakan agar proses penghancuran lebih intensif sehingga memperoleh partikel
bubuk teh yang berukuran kecil dan produk olahan yang berkualitas, sesuai dengan
permintaan pasar. Faktor pengembangan usaha menjadi permasalahan bagi
perkebunan Tambi, diversifikasi produk tidak terlalu banyak dilakukan. Sangat
dibutuhkan kerja sama pemerintah dalam memanfaatkan peluang pasar sehingga
mampu bersaing baik di industri dalam negeri maupun di luar negeri.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RISA KUSTINI
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords PROSES PRODUKSI; TEH HITAM; PT. PERKEBUNAN TAMBI UNIT PERKEBUNAN BEDAKAH WONOSOBO
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:35
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5059

Actions (login required)

View Item
View Item