TRUNOJOYO-KP-23620-190311100060-LUTFIANA AHMADI#190311100060#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Krisan (chrysanthemum sp.) merupakan komoditas andalan dalam
industri hortikultura yang memiliki prospek pasar cukup cerah. Bunga krisan
sebagai bunga yang dikenal dengan julukan "Raja Bunga Potong" ini semakin
banyak penggemarnya. Bentuk dan tipe yang beragam bunga krisan, seperti
warna bunganya yang bervariasi, dengan kombinasi warna-wama yang begitu
indahnya. Oleh karena itu permintaan pasar baik dalarn maupun luar negeri
semakin meningkat setiap tahunnya (Sudaryanto, 2006).
Di Indonesia, permintaan terhadap bunga krisan meningkat 25% per
tahun. Selama ini negara kita masih mengimpor bibit krisan dari luar negeri,
terutama Belanda, Jerman, Amerika dan Jepang. Data yang diperoleh Direktorat
Jendral Hortikultura tahun 2013, import bibit krisan mencapai 1.245.525 stek
periode 2009-2013. Masalah utama dalam mengimpor bibit krisan adalah harga,
biaya, penyusutan dibandara, perizinan, karantina dan waktu (Nurjaya, 2018).
Di Jawa Timur, bunga krisan memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensial
untuk dikembangkan secara komersial. Sebagai gambaran untuk kebutuhan
pasar bunga lokal Surabaya saja masih terdapat kekurangan pasok antara 6
000-10 000 ikat bunga krisan atau sekitar 60 000-100 000 tangkai bunga per
minggu. Ini belum termasuk permintaan pasar bunga lainnya. Pasar potensial
lainnya adalah kota-kota besar seperti Denpasar, Jakarta, Bandung, dan kota-
kota besar lainnya yang ada di Indonesia (Kusno dan Boga, 2011).
Tahun 2006-2011, luas areal tanaman, luas panen dan produksi krisan
mengalami peningkatan. Namun peningkatan produksi tersebut, tidak secara
signifikan diikuti dengan peningkatan produktivitas. Hal ini disebabkan karena
kondisi iklim yang tidak menentu sehingga kurang menguntungkan produktivitas
yang dihasilkan per satuan luas lahan. Rendahnya produktivitas juga disebabkan
oleh kompetensi petani dalam penerapan inovasi teknologi yang baik dan benar,
belum terpenuhi secara menyeluruh. Padahal disisi lain, pasar dan konsumen
telah menginginkan bunga krisan dengan standar mutu yang lebih dari yang telah
dihasilkan oleh petani (Chakrabarti dan Sarker, 2011).
Krisan bunga potong dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 650-
1.200 mdpl. Suhu yang terlalu tinggi merupakan faktor pembatas dalam
pertumbuhannya. Suhu optimum antara 20-260 C untuk pertumbuhan dan antara 16-180 C untuk pembungaan dengan kelembaban udara antara 70-80 %. Tanah
yang cocok digunakan sebagai tempat budidaya bunga krisan potong adalah
bertekstur tanah liat berpasir,A memiliki kapasitas menahan air yang besar,
mempunyai aerasi dan drainase yang baik, pH 5,5-6,5 serta bebas hama dan
penyakit (Taulu, 2007).
Krisan (Chrysanthemum sp.) adalah tanaman bunga hias berupa perdu
dengan sebutan lain seruni atau bunga as (Golden Flower). Tanaman ini banyak
disukai karena warnanya yang beragam sehingga dapat menghiasi ruangan.
Krisan di Indonesia digunakan sebagai bunga pot dan bunga potong. Potensi
bunga krisan potong sangat baik dibanding bunga krisan pot karena peminat
bunga potong lebih besar daripada bunga krisan pot (Putri,2013). Tanaman
krisan termasuk tanaman hias yang potensial untuk dikembangkan, karena tidak
hanya dijadikan sebagai bunga potong atau tanaman hias pot, tapi juga sebagai
salah satu bahan baku industri minyak wangi. Sehingga untuk mendukung
perkembangan komoditas ekspor dari sektor pertanian tanaman krisan perlu
mendapat perhatian dalam budidaya. Besarnya permintaan tanaman hias baik
dari produksi bunga maupun bibit dipasarkan dalam dan luar negeri merupakan
peluang bisnis bagi sentra produksi tanaman hias di Indonesia. Tingginya
permintaan tanaman hias menjadikan usaha di bidang pengadaan tanaman hias
menjanjikan keuntungan yang besar, salah satu tanaman hias yang populer
adalah bunga krisan potong.
Banyaknya jenis, bentuk, dan warna bunga krisan menyebabkan krisan
sangat populer di masyarakat. Dalam penggunaannya, krisan dapat dibedakan
atas krisan bunga potong dan krisan pot. Sebagai bunga potong, krisan di
antaranya digunakan untuk dekorasi dan rangkaian bunga pada pesta-pesta
pernikahan, dan acara-acara pembukaan kantor-kantor baru. Berbeda dengan
bunga pot, krisan misalnya dimanfaatkan sebagai penghias di meja-meja kantor
dan ruang tamu. Prospek agribisnis tanaman hias di dalam negeri sangat cerah
dibandingkan dengan kondisi 10 tahun silam. Permintaan bunga krisan baik
bunga potong maupun bunga pot di dalam negeri dari tahun ke tahun
menunjukkan kecenderungan yang makin meningkat. Kebutuhan pasar domestik
yang cukup besar ini belum dapat dipasok dari produksi di dalam negeri
sehingga diperlukan impor sekitar 10 persen dari total produksi (Ridwan et al.
2012).
Persiapan lahan penting untuk dipelajari dalam budidaya bunga krisan
untuk produksi bunga potong. Persiapan lahan merupakan faktor penting yang
perlu dilakukan dalam memulai usaha budidaya bunga krisan. Persiapan lahan
yang baik berpengaruh besar terhadap produktivitas tanaman. Persiapan lahan
sebelum melakukan usaha budi daya bisa meningkatkan hasil panen hingga
30%. Tujuan persiapan lahan untuk mengkondisikan lahan tempat budidaya
tanaman agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan tanaman krisan sehingga
tanaman dapat tumbuh dengan baik. Persiapan lahan merupakan kegiatan
dalam mempersiapkan lahan sebelum ditanami dengan maksud agar lahan
tersebut ideal bagi pertumbuhan tanaman serta mempermudah dalam proses
selanjutnya, kegiatan ini dapat menentukan kualitas tempat tumbuh bagi
tanaman pada areal tersebut ( Pandu B Wahono, 1995).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LUTFIANA AHMADI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERSIAPAN LAHAN; BUDIDAYA BUNGA; KRISAN (Chrysanthemum sp.); CV SEKARTIKA JATI KENCANA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5058 |
