TRUNOJOYO-KP-23619-190311100024-ADRIANA FIJRI AGUSTANTI#190311100024#AGROEKOTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara tropis dengan keanekaragaman jenis
tumbuhan. Iklim di Indonesia berpotensi dalam pengembangan budidaya tanaman
perkebunan. Berdasarkan karakteristiknya, tanaman perkebunan dapat
dikelompokkan menjadi tanaman tahunan dan tanaman semusim. Tanaman
tahunan membutuhkan waktu lama untuk berproduksi, bahkan dapat
menghasilkan waktu sampai sepuluh tahun, dan dapat dipanen berkali-kali. Di sisi
lain tanaman semusim adalah tanaman yang hanya dapat dipanen sekali dalam
siklus hidup setahun sekali.
Menurut Pakpahan dan Purwono (2018), tebu (Saccharum officinarum L.)
merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peran stategis dalam
perekonomian negara yang hanya ditanam di daerah beriklim tropis. Tebu
memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama sebagai bahan baku produksi gula,
apabila dikelola dengan baik dapat dimanfaaatkan sebagai pemasok devisa negara.
Perkembangan produksi tebu di Indonesia sangat fluktuatif selama lima tahun
terakhir. Pengembangan industri pergulaan tidak hanya untuk meningkatkan
perekonomian negara, akan tetapi juga sangat berperan dalam pemenuhan
kebutuhan pokok rakyat (Sukmadjaja dan Mulyana, 2011).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020 produksi tebu di
Indonesia mengalami penurunan. Tahun 2020 produksi tebu di Indonesia
mengalami penurunan mencapai 2.123.405 ton pada luas areal perkebunan tebu
mencapai 418.996 Ha. Berbeda dengan tahun 2019 produksi tebu di Indonesia
mencapai 2.227.051 ton pada luas areal mencapai 413.054 ton. Peningkatan
permintaan gula dalam negeri harus diimbangi dengan adanya peningkatan
produksi tebu. Produksi tebu akan meningkat sejalan dengan meningkatnya nilai
rendemen tebu (Hartatie et al., 2021).
Kurangnya perawatan dan pemeliharaan tanaman tebu menjadi salah satu
faktor penyebab rendahnya produktivitas tanaman tebu di Indonesia. Selain itu,
dampak kurangnya perawatan dan pemeliharaan tebu dapat mengakibatkan
tumbuhnya gulma, hama dan penyakit menyerang, tebu roboh dan yang paling parah dapat mengakibatkan kematian tebu. Upaya yang dapat dilakukan dalam
menigkatkan produktivitas dan kualitas tebu adalah dengan mengoptimalkan
perawatan dan pemeliharaan tebu yang terdiri dari penyulaman, pemupukan,
pengairan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, tambah tanah
(pembumbunan) dan klentek. Dengan demikian praktik kerja lapang di PT PG.
Candi Baru Sidoarjo tentang pemeliharaan tanaman tebu sangat perlu dipelajari
untuk memperoleh hasil produksi yang tinggi sesuai dengan keinginan
perusahaan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADRIANA FIJRI AGUSTANTI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PEMELIHARAAN TANAMAN; TEBU; PT PG. CANDI BARU SIDOARJO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5057 |
