TRUNOJOYO-KP-23618-180331100080-Pujo Mulyono_180331100080_Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Tanaman Karet merupakan tanaman yang sudah lama dibudidayakan di
Indonesia. Tanaman karet menghasilkan getah yang bernama lateks. Getah karet
berasal dari kulit batang karet. Karet ikut berperan dalam menyumbangkan
pendapatan devisa, kesempatan kerja, penyedia bahan baku industri dan penghasil
O2. Karet menempati posisi kedua dalam produksi dan nilai ekspor komoditas
perkebunan Indonesia setelah kelapa sawit. Produk karet di indonesia saat ini
menjadi produk yang sangat besar di produksi dan diolah menjadi TBC (Thin
Brown Crepe) (Tessilanti 2015).
Ekspor karet selama 5 tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan dari
1,99 juta ton pada tahun 2009 menjadi 2,70 juta ton pada tahun 2013. Berdasarkan
jumlah tersebut nilai ekspor karet selama lima tahun terakhir sebesar US$ 3,24
milyar pada tahun 2009 dan meningkat menjadi US$ 6,90 milyar pada tahun 2013.
Menurut Badan Pusat Statistik (2018), ekspor karet alam Indonesia pada tahun 2018
adalah 2,5 juta ton dengan total devisa 11,7 milyar dolar Amerika, yang sebagian
besar terdiri dari 2,148 juta ton (93,6%) sebagai SIR (Standard Indonesian Rubber),
dan 137,7 ribu ton (6,0%) dalam bentuk SIT asap/RSS (Ribbed Smoked Sheet)
(Suryaningrat et al. 2020).
PT Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon Kecamatan Plosoklaten,
Kabupaten Kediri ini merupakan salah satu perkebunan milik PT Perkebunan
Nusantara XII Ngrangkah Pawon yang berkomitmen untuk menjaga kualitas mutu
produk dengan salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengemasan yang
baik dan benar. Upaya pengemasan yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara
XII Ngrangkah Pawon Kediri di tentukan oleh karakteristik TBC (Thin Brown
Crepe) yang dihasilkan. Oleh karena itu dilakukan pembelajaran bagaimana cara
proses mengemas TBC (Thin Brown Crepe) dan cara kerja yang dilakukan oleh
perusahaan tersebut. Proses pengemasan TBC memiliki 2 jenis pengemasan yang
berbeda yaitu kemasan small ball dan big ball. Pengemasan small ball hanya
menggunakan plastik saja dan di press sebanyak 2 kali dengan menumpukkan press
yang pertama sesuai berat yang sudah ditentukan, lalu di press lagi sebanyak 3 kemasan small ball sekaligus pada mesin yang berbeda yaitu mesin hydrolis
(Puspitasari dan Dyah, 2019). Sedangkan pada PT Perkebunan Nusantara XII
Ngrangkah Pawon menggunakan kemasan big ball pada produk Thin Brown Crepe
(TBC). Proses pengemasan atau proses pembungkusan suatu produk dengan
menggunakan bahan tertentu sehingga produk atau bahan yang berada di dalamnya
dapat terlindung dan terwadahi dengan baik. Pengemasan ini sangat penting bagi
suatu produk karena dapat mempertahankan mutu dari suatu produk dan sebagai
sarana pemasaran pada produk. Kemasan sendiri merupakan pembungkus atau
wadah yang berfungsi untuk melindungi produk dan menjaga kualitas dari produk
tersebut pada saat produk disimpan, didistribusikan maupun saat dipajang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM PUJO MULYONO |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | TEKNIK PENGEMASAN; Thin Brown Crepe (TBC); PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII PTPN; NGRANGKAH PAWON KEDIRI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5055 |
