TRUNOJOYO-KP-23616-180341100137-Laporan PKL _ Widhi Ristha Kencana_180341100137_IKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Garam merupakan kebutuhan pokok yang di konsumsi oleh manusia
secara terus-menerus. Dalam 1 tahun, manusia dapat mengonsumsi garam hingga
mencapai 4 kg. Namun, untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, kuantitas garam
masih belum tercukupi sehingga untuk kebutuhan garam di Indonesia masih
bergantung pada impor garam (Muntalim et al. 2020).
Garam adalah salah satu bahan kimia dengan penyusun terbesarnya ialah
senyawa Natrium Klorida (NaCl). Garam dapat dimanfaatkan manusia untuk
bidang konsumsi maupun bidang industri. Pada bidang industri dapat digunakan
untuk keperluan industri kimia (CAP), cairan infus, farmasi, industri aneka
pangan atau minum hingga produk kecantikan. Garam dapat diperoleh melalui
tiga cara yaitu penguapan air laut dengan sinar matahari, penambangan batuan
garam (rock salt) dan air sumur air garam (brine). Pada umumnya garam di
Indonesia diperoleh dari hasil penguapan air laut dengan sinar matahari.
Berdasarkan SNI 01-3556-2000 kadar minimal NaCl pada kebutuhan garam
konsumsi yaitu 94,7% dengan bentuk Kristal yang halus dan memiliki warna yang
putih jernih sedangkan untuk garam industri dan farmasi kadar NaCl yang
diperuntukan yaitu hampir 100% (Maulana et al. 2017).
Menurut Setiawati (2020) Proses pembuatan garam dapat dilakukan
dengan dua teknik yaitu teknik penguapan sinar matahari dan teknik perebusan.
Untuk saat ini inovasi dengan memanfaatkan garam banyak dilakukan salah
satunya garam kecantikan yang digunakan untuk scrub, masker, sabun dan juga
sebagai garam aromaterapi. Kegunaan garam aromaterapi dapat digunakan
sebagai relaksasi tubuh dengan menambahkan essential oil seperti mencampurkan
sereh. Sereh memiliki kandungan minyak astiri yang memberikan efek
menenangkan dan dapat melemaskan otot. Tanaman sereh banyak ditemukan di
daerah jawa yang memiliki daratan rendah sehingga menjadi salah satu campuran
yang cocok untuk pembuatan garam aromaterapi. Pembuatan garam aromaterapi
pernah dilakukan di Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Kalibutu
Sejahtera 1 Kabupaten Probolinggo dengan menggunakan media geomembran
akan tetapi pembuatan ini tidak dilanjutkan dikarenakan kurangnya pemasaran dan hanya sebatas percobaan. Berdasarkan hal tersebut pelaksanaan Praktik Kerja
Lapang ini dilakukan untuk mempelajari cara produksi garam aromaterapi dengan
menggunakan metode yang berbeda dari metode yang pernah dilakukan di
KUGAR Kalibuntu Sejahtera 1 yaitu dengan menggunakan metode perebusan
agar aroma yang dihasilkan dari sereh lebih maksimal. Kegiatan Praktik Kerja
Lapang ini juga dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dari hasil produksi
garam aromaterapi menggunakan teknik perebusan
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Widhi Ristha Kencana |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK; GARAM AROMATERAPI; SEREH DAN MINYAK SEREH; GARAM REBUS |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5051 |
