TRUNOJOYO-KP-23611-180341100056-LAPORAN PKL_ALIVIA ROSITA DEWI_180341100056.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Nila masuk ke dalam golongan ikan introduksi. Ikan introduksi ialah ikan
yang mampu bertahan hidup pada habitat yang baru atau asing. Ikan introduksi
dapat menjadi dominan di suatu perairan. Ikan nila yang menjadi dominan dan
kemudian akan menjadi predator bagi ikan yang lain (Wardani et al. 2017). Potensi
ikan nila menjadi ikan budidaya cukup tinggi, karena tahan terhadap kondisi
lingkungan dan kerapatan yang tinggi (Melo et al. 2013). Pasokan ikan nila sangat
berlimpah karena, ikan ini mudah dibudidayakan produksi ikan nila meningkat
setiap tahunnya (Handayani et al. 2019).
Ikan nila memiliki berbagai jenis yaitu nila jatimbulan dan nila Larasati. Nila
jatimbulan dari Pasuruan dan Nila Larasati dari Klaten. Nila Larasati ialah
persilangan genetik 2 nila dari lokasi dan karakter yang berbeda. Ikan nila
jatimbulan dihasilkan dari persilangan 6 strain induk ikan nila yang disilangkan dan
dipijahkan (Fauziah et al. 2020). Ikan nila jatimbulan dihasilkan dari Nila Hitam
G3, Nila Hitam G6, Nila Hitam Punten, Nila Merah Citralada, Nila Merah
KedungOmbo, dan Nila Putih Sleman (UPT Pengembangan Budidaya Air Tawar
Umbulan, 2016). Perbedaan Nila Jatimbulan dan Nila Larasati, nila larasati
memiliki pertumbuhan yang cepat serta tahan akan penyakit daya mampu
beradaptasi dengan cepat. Ikan nila Larasati cocok untuk di budidaya pada perairan
payau hingga asin (Djunaedi et al. 2016).
Pakan menjadi faktor terbesar bagi para petambak, karena memakan biaya
yang cukup besar. Pemberian pakan yang berlebihan dapat menimbulkan masalah
baru yaitu menjadi racun bagi ikan (Afrianto dan Liviawaty 2005). Hasil telur dan
juga larva oleh ikan sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan. Feeding rate untuk
induk ikan nila sebesar 2% dari biomassa. Pakan yang digunakan untuk ikan nila
harus mengandung asam lemak dan vitamin. Vitamin yang diberikan untuk ikan
nila ialah vitamin C. Hormon prostaglandin pada sistem metabolisme dipengaruhi
oleh asam lemak. Hormon ini berperan untuk menciptakan kontraksi pada saat telur
akan keluar. Pakan sangat mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya (Sumarni
2018).
Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura mempelajari
berbagai macam bidang ilmu yang berhubungan dengan kelautan di antaranya
oseanografi, biologi laut, dan juga garam. Praktik Kerja Lapang (PKL) sebagai
salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana S1 pada program studi Ilmu
Kelautan. Praktik Kerja Lapang untuk menunjang penguasaan keahlian yang telah
diperoleh selama kegiatan perkuliahan guna menghadapi kegiatan kerja secara
langsung di dunia kerja. Adanya Praktik Kerja Lapang ini dapat meningkatkan
mutu guna pengembangan sistem antara dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Berdasarkan uraian di atas, Praktik Kerja Lapang di Instansi di UPT Laboratorium
Kesehatan Ikan dan lingkungan dapat memberikan bimbingan dan arahan sehingga
dapat mengaplikasikan teori dari bangku perkuliahan ke lingkungan kerja secara
nyata.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Alivia Rosita Dewi |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN PAKAN; INDUK IKAN NILA; UPT LABORATORIUM KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5044 |
