TRUNOJOYO-KP-23607-190311100113-Dhyana Anandini#190311100113#Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Sayuran memiliki kandungan vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang
sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Sayuran segar mengandung enzim aktif
yang dapat mempercepat reaksi-reaksi kimia didalam tubuh, sebagai antioksidan
yang dapat menetralkan radikal bebas, anti kanker, menetralkan kolesterol jahat,
serta bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan mikroflora usus (Putri dan
Maemunah, 2017).
Caisim (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki
nilai komersial dan prospek yang baik. Seiring dengan meningkatnya jumlah
penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
mengkonsumsi sayuran menyebabkan tingginya kebutuhan caisim. Sayuran ini
merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat.
Permintaan terhadap tanaman sawi selalu meningkat seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk dan kesadaran kebutuhan gizi.
Caisim atau yang biasa dikenal dengan nama sawi hijau mengandung
berbagai khasiat bagi kesehatan. Kandungan pada caisim meliputi protein, lemak,
karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Menurut Margiyanto
(2008) manfaat caisim atau sawi bakso sangat baik untuk menghilangkan rasa
gatal di tenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala, bahan
pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki danmemperlancar
pencernaan. Daun caisim berkhasiat untuk peluruh air seni, akarnya berkhasiat
sebagai obat batuk, obat nyeri pada tenggorokan dan peluruh air susu, bijinya
berkhasiat sebagai obat sakit kepala (Novianto et al., 2018).
Kurang efektifnya peranan pupuk kimia dikarenakan tanah pertanian yang
sudah jenuh oleh residu sisa bahan kimia. Oleh karena itu, pemupukan dapat
dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Pupuk organik merupakan hasil
dekomposisi bahan-bahan organik yang diurai (dirombak) oleh mikroba, yang hasil
akhirnya dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pupuk organik sangat penting artinya
sebagai penyangga sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga dapat
meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas lahan. Penggunaan pupuk
organik padat dan cair pada sistem pertanian organik sangat dianjurkan (Supartha
dkk., 2012).
Bahan pemupukan yang dapat digunakan salah satunya adalah berupa
hasil olahan bahan-bahan organik. Penggunaan bahan-bahan alami mampu
meningkatkan produksi caisim dan aman bagi kesehatan. Pemupukan organik
terhadap tanaman sawi caisim dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk
padat dan pupuk cair. Pupuk organik cair lebih mudah terserap oleh tanaman
karena unsur unsur di dalamnya sudah terurai (Aryani dan Musbik, 2018). Pupuk
organik cair dapat menggunakan bahan utama dari tumbuhan yang memiliki
kandungan sesuai kebutuhan. Sedangkan pupuk organik padat dapat dilakukan
menggunakan pupuk kandang dengan campuran seperti pelepah pisang.
Pemupukan baik dilakukan tidak hanya saat tanaman membutuhkan kandungan
unsur hara.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DHYANA ANANDINI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; CAISIM; ORGANIK |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5036 |
