TRUNOJOYO-KP-23605-180311100004-JANNATUL AINIYAH_180311100004_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Permintaan sayuran hidroponik di Indonesia setiap tahunnya cenderung
mengalami peningkatan, akan tetapi data tingginya permintaan konsumen akan
sayur hidroponik di Indonesia secara statistik belum ada, dikarenakan belum
terdokumentasi dengan baik. Berdasarkan hasil rangkuman survei melalui beberapa
artikel mengenai permintaan sayuran hidroponik yang dilakukan oleh Muntaha
dalam Savira dan Tinjung (2019) permintaan sayuran hidroponik setiap tahun
meningkat 10-20%. Salah satu tanaman hidroponik yang banyak dikonsumsi yaitu
selada.
Selada (Lectuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang banyak dikonsumsi
di seluruh dunia. Tanaman ini merupakan genus dari Lactuca yang termasuk
kedalam famili Asteraceace. Tanaman selada ini dibudidayakan secara tradisional
oleh produsen dalam skala kecil atau juga banyak ditanam sebagai sayuran di
pekarangan rumah yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Menurut Badan
Pusat Statistik, produksi sayuran selada di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 601,
204 ton, sedangkan pada tahun 2017 produksi sayur selada mencapai 627, 611 ton
yang berarti bahwa produksi sayur selada di Indonesia pada tahun 2016 – 2917
mengalami peningkatan sebesar 26, 407 ton. Selada merupakan tanaman yang
sangat penting sebagai tanaman komersial di Asia, Amerika Utara dan Tengah, dan
Eropa. Ada beberapa jenis selada diantaranya butterhead, romaine, Iceberg, oakleaf
(Al-Tawaha et al., 2018).
Sapkota et al., (2019) melaporkan bahwa tingkat konsumsi sayuran organik,
termasuk selada, melonjak karena populasi manusia yang tumbuh cepat, urbanisasi
yang cepat, dan meningkatnya masalah kesehatan. Salah satu faktor signifikan yang
membatasi penanaman sayuran adalah ruang lahan yang tidak memadai. Salah satu
upaya untuk meningkatkan produksi selada secara kontinyu adalah dengan
menggunakan teknologi hidroponik (Siregar et al., 2015). Sistem hidroponik ini
adalah teknik yang melibatkan penanaman tanaman di dalam air dengan
menggunakan nutrisi mineral tanpa tanah. Menurut USDA National Nutrient Data
Base (2018), dalam 100 g selada terkandung energi 15 kalori, karbohidrat 2,87 g,
protein 1,36 g, dan lemak 0,15 g.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM JANNATUL AINIYAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; SELADA; GREEN OAKLEAF; HIDROPONIK NFT |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5033 |
