TRUNOJOYO-KP-23603-190311100012-Retno Safira_190311100012_Laporan PKL_Wijen.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman wijen (Sesamum indicum L.) adalah komoditas pertanian yang
memiliki potensi agroindustri sebagai bahan dasar penting produk pangan,
minyak, farmasi, kosmetik, dan aneka industri. Minyak wijen mengandung
antioksidan, sesamin, dan sesamolin, asam lemak jenuh 14% dan asam lemak
tidak jenuh mencapai 85,8% yang sangat baik untuk kesehatan (Prihatin dan
Sebayang, 2018). Wijen (Sesamum indicum L.) merupakan tanaman penghasil
minyak nabati tertua di dunia. Wijen termasuk kedalam tanaman herba semusim
dengan tipe pertumbuhan tegak dari famili Pedaliaceae. Secara umum, wijen
dipercaya berasal dari Arfika, tetapi terdapat beberapa spesies yang berasal dari
India (Hassan, 2012).
Pasar wijen di Indonesia masih terbuka lebar. Tingkat produktivitas wijen di
Indonesia tergolong rendah yaitu sebesar 465 kg ha-1, padahal potensi
produksinya dapat mencapai 1.600 kg ha-1. Selain itu disebutkan juga bahwa
kebutuhan wijen di Indonesia masih belum dapat dipenuhi dari produksi dalam
negeri, dibuktikan dengan nilai impor biji dan minyak wijen lebih besar
dibandingkan nilai ekspor (Prihatin dan Sebayang, 2018). Pada tahun 2001
Indonesia mengimpor 4.383,102 ton biji wijen dan pada tahun 2007 mengimpor
2.862 ton biji wijen serta 550 ton minyak wijen. Selain untuk pemenuhan
kebutuhan dalam negeri, pasar ekspor juga terbuka lebar terutama ke negara
berdaya serap tinggi diantaranya Jepang, Uni Eropa, Korea, Amerika Serikat,
dan Mesir (Balitas, 2015).
Permasalahan rendahnya produksi wijen yang ada di Indonesia perlu
dilakuan penanganan dengan meningkatkan produktivitasnya. Salah satu upaya
yang dilakukan adalah dengan menggunakan benih tanam yang bermutu
sehingga dapat menimalisir kerugian yang dialami oleh petani. Benih tanaman
bermutu dapat diperoleh dengan melakukan pengujian pada mutu benih
tanaman. Pengujian benih merupakan penilaian secara objektif mengenai mutu
benih yang diproduksi atau diedarkan. Pengujian benih penting untuk dilakukan
untuk mengetahui informasi maupun kualitas dari benih tersebut (Widajati et al.,
2013).
Pengujian mutu benih dapat dibedaan menjadi tiga jenis yaitu mutu fisik,
mutu fisiologis dan mutu genetis. Mutu fisik dan mutu fisiologis dapat menggambaran kemampuan daya simpan dan daya tumbuh benih menjadi
kecambah normal (Ningsih, 2015). Peraturan tentang pengujian benih secara
internasional diatur oleh asosiasi internasional yaitu International Seed Testing
Association (ISTA) (Kusumawardhana dan Hidayati, 2019).
Pengujian mutu benih dilakukan di Laboratorium sehingga diperoleh hasil
uji yang akurat, terpercaya dan sesuai dengan standar yang valid. Balai Besar
Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya merupakan
salah satu balai dilakukannya pengujian mutu benih. Pengujian mutuh benih
yang dilakukan mengacu pada standar ISO 17025 dan International Seed
Testing Association (ISTA) Rules sehingga hasil pengujian valid dan diakui
secara Internasional. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pengujian mutu
benih wijen di BBPPTP Surabaya yang merupaan satu-satunya Balai
Pembenihan Tanaman Perkebunan di Jawa Timur
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RETNO SAFIRA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TANDAR MUTU; BENIH WIJEN; BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN BBPPTP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5029 |
