TRUNOJOYO-KP-23602-190311100044-190311100044 PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Buah naga atau dragon fruit atau huo lung kuo (buah naga dalam bahasa
mandarin) sejatinya merupakan tanaman kaktus. Tanaman buah naga berasal dari
Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Buah naga atau dragon fruit
mulai dikenal luas di Indonesia awal tahun 2000 yang saat itu di datangkan dari
Thailand. Buah bersisik yang berwarna merah, daging buahnya berwarna merah
pekat, manis, berair dan menyegarkan. Tanaman yang mirip dengan tanaman
kaktus ini merambat dengan indah di tiang panjatan dengan sulur yang banyak.
Sulur tersebut muncul bunga yang berwarna putih akan berkembang menjadi buah
naga (Hardjadinata, 2010).
Tanaman buah naga awalnya dipergunakan sebagai tanaman hias karena
buahnya yang unik, eksotik, serta tampilan bunga dan buahnya yang cantik.
Bunganya mirip dengan bunga wijayakusuma, berbentuk corong. Bunga mulai
mekar saat senja dan mekar sempurna pada malam hari. Selain rasanya enak,
manis dan segar, buah naga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat serta
berkhasiat seperti kalsium, zat besi, vitamin, mineral, dan kandungan serat yang
cukup tinggi. Buah naga sangat populer dalam masyarakat Cina atau Tionghoa
dan dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah.
Pemberian nama buah naga atau dragon fruit mungkin karena buah ini memiliki
warna kulit merah menyala dan sirip hijau yang mirip dengan sosok naga dalam
legenda Cina (Hardjadinata, 2010).
Nilai ekonomi dari buah naga tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan
buah-buahan yang lainnya, dengan tingginya harga tersebut menjadikan peluang
bagi para investor domestik untuk melakukan budidaya tanaman buah naga yang
akan dipasarkan maupun untuk wisata edukasi. Di Indonesia buah naga
keberadaannya direspon positif oleh masyarakat sehingga mudah untuk
disebarluaskan. Buah naga memiliki kulit yang lunak dengan kandungan air daging
buah yang sangat tinggi. Pada saat musim panen tiba, jumlah buah naga sangat
melimpah, sehingga melebihi permintaan konsumen. Kondisi tersebut
mengakibatkan buah yang tidak dibeli oleh konsumen disimpan dalam gudang
dengan waktu yang lama dan membuat kerusakan pada buah naga tersebut. Oleh
karena itu, perlu dilakukannya penanganan panen dan pasca panen yang tepat
untuk mengurangi kerusakan pada buah naga (Hardjadinata, 2012).
PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya atau sering dikenal Kusuma
Agrowisata ini menjadi salah satu wisata agro di Indonesia yang bergerak dalam
bidang pariwisata, perhotelan, perkebunan, dan perindustrian. Perkembangan PT.
Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya yang sangat pesat, menjadikan kami sebagai
mahasiswa Agroekoteknologi berminat untuk ikut bergabung dalam usaha
budidaya tanaman di Kusuma Agrowisata melalui kegiatan Praktik Kerja Lapang.
Khususnya sebagai tempat untuk penanganan panen dan pasca panen buah naga
yang tepat sehingga diharapkan kerusakan buah naga dapat ditekan sekecil
mungkin.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ZARIMAH RACHMAD DANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PANEN DAN PASCAPANEN; BUAH NAGA MERAH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5028 |
