TRUNOJOYO-KP-23597-180341100098-LAPORAN PKL_IKA KURNIA_ACC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Daerah pesisir terutama kawasan pantai menyimpan potensi sumberdaya
alam yang sangat besar dan wilayah yang paling banyak di manfaatkan. Potensi
daerah pesisir dimanfaatkan sebagai pemukiman, kawasan wisata, daerah budidaya,
daerah reklamasi dan sarana transportasi laut (Opa, 2011). Pantai merupakan daerah
daratan yang berada di sepanjang tepian yang lebarnya sebanding dengan bentuk
serta kondisi fisik pantai dan dimulai dari titik surut terendah ke arah darat
(Prasetyo, et al., 2020). Aspek lain dalam pengelolaan kawasan pesisir yaitu garis
pantai. Garis pantai merupakan batas atau garis pertemuan antara lautan dan daratan
dimana kedudukannya bisa berubah sesuai dengan kondisi saat pasang surut,
pengaruh arus laut serta gelombang (Hasibuan, et al., 2020).
Perubahan garis pantai di pengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia.
Faktor alam yang mempengaruhi terhadap perubahan garis pantai yaitu gelombang,
erosi, abrasi, sedimentasi dan juga pasang surut. Faktor manusia seperti kegiatan
penambangan pasir, industri, reklamasi dan perikanan (Pratiwi, et al., 2020).
Perubahan yang terjadi secara terus menerus di daerah pesisir dapat menimbulkan
adanya perubahan garis pantai berupa adanya pengurangan akibat abrasi ataupun
penambahan dari daratan akibat sedimentasi (Aryastana, et al., 2016).
Wilayah pesisir dan pantai adalah salah satu daerah yang menerima dampak
dari adanya tekanan terhadap lingkungan pantai, salah satunya adalah degradasi
lingkungan. Perubahan garis pantai merupakan salah satu indikator dari adanya
dampak tekanan terhadap lingkungan. Dampak yang di timbulkan dari degradasi
lingkungan berpengaruh terhadap ekosistem yang ada di sekitar pesisir pantai
(Siswanto, et al., 2010). Penelitian yang pernah dilakukan oleh Agustin & Syah,
2020 tentang perubahan garis pantai di Pulau Madura diketahui perubahan garis
pantai selama 7 tahun terjadi di bagian utara Pulau Madura akibat proses abrasi dan
akresi. Wilayah pesisir utara kabupaten Bangkalan merupakan daerah dengan
adanya aktifitas manusia yang tinggi seperti pemukiman, tambak, penambangan
batu bara, pasir, bangunan restoran pinggir pantai dan reklamasi pantai. Dampak
dari kegiatan tersebut menimbulkan adanya perubahan garis pantai yang berkurang ataupun bertambah setiap tahunnya, dan juga terjadi abrasi dan erosi di sepanjang
pesisir utara kabupaten Bangkalan (Agustin & Syah, 2020).
Perubahan garis pantai dapat diketahui dengan memanfaatkan citra
penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Citra penginderaan jauh
digunakan untuk memperoleh informasi tentang garis pantai dengan cepat dan juga
memonitoring perubahan garis pantai dengan cakupan wilayah yang luas.
Penelitian ini menggunakan citra penginderaan jauh landsat 8 yang memiliki
resolusi spasial 30 meter. Analisa tentang perubahan garis pantai penting untuk
dilakukan karena dapat membantu dalam proses pengelolaan wilayah pesisir dan
juga manajemen wilayah pesisir (Roziqin & Gustin, 2017).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM IKA KURNIA ISTRIYANI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | GARIS PANTAI; KABUPATEN BANGKALAN; CITRA SATELIT LANDSAT 8 |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5013 |
