TRUNOJOYO-KP-23592-190311100034-Vera Andreani_190311100034_KP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Praktik Kerja Lapang atau yag biasa disebut dengan PKL merupakan salah
satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa Program Studi
Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura. PKL adalah
penguasaan keahlian untuk melengkapi kompetensi kognitif, afektif, dan
psikomotor yang bisa diperoleh dengan melaksanakan PKL. Sehingga, diharapkan
mahasiswa mampu memiliki kompetensi lulusan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Instalasi Penelitian dan Pengajian Teknologi Pertanian (IP2TP)
Cukurgondang Pasuruan merupakan salah satu tempat untuk melakukan kegiatan
PKL yang merupakan salah satu unit sarana penelitian dari Badan Penelitian dan
Pengembangan (Litbang) Pertanian, Departemen Pertanian yang telah berdiri
sejak tahun 1938 yang berfungsi sebagai kebun koleksi mangga dan merupakan
kebun koleksi plasma nutfah mangga terlengkap di Asia Tenggara. Kebun
Percobaan Cukurgondang memiliki luas 13, 02 ha yang terbagi atas Kebun I
seluas 11, 87 ha dan Kebun II seluas 1,15 ha yang berada di Desa Cukurgondang,
Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang terletak pada 20 km
arah Timur kota Pasuruan. Sehingga layak untuk dijadikan sebagai tempat praktik
kerja lapang bagi mahasiswa dan lainnya.
Mangga (Mangifera indica) merupakan komoditi hortikultura atau tanaman
perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kandungan nutrisi pada tanaman
mangga juga cukup lengkap seperti vitain C, protein, lemak, kalori, dan
karbohidrat sehingga mampu mencukupi kebutuhan nutrisi masyarakat. Selain itu
tanaman mangga juga seringkali dijadikan sebagai tanaman pekarangan rumah.
Salah satu faktor yang membatasi produksi pada tanaman mangga adalah
dengan adanya hama. Beberapa hama utama tanaman mangga yang ada di IP2TP
Cukurgondang Pasuruan yaitu kepik penghisap daun (Mictis longicornis) dan kutu
putih (Sanurus indecora). Kerusakan yang disebabkan oleh hama kepik bisa
mencapai 70% daun muda terserang. Sedangkan hama kutu putih relatif sedikit
hanya 10-20% cabang terserang.
Saat ini penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian hama tanaman
masih banyak menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan dan
resistensi hama. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan dalam
menekan populasi hama yaitu dengan memanfaatkan minyak atsiri daun sereh
wangi. Minyak sereh wangi tersusun dari beberapa senyawa yang mudah
menguap (volatil), dan mempunyai tingkat presisitensi rendah, sehingga aman
bagi lingkungan dan produk pertanian. Minyak sereh wangi diketahui
mengnadung sitronella, geraniol dan sitral sebagai antifedant dan repelen sehingga
dapat digunakan sebagai insektisida.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM VERA ANDREANI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PENGENDALIAN HAMA TANAMAN; MANGGA; MINYAK ATSIRI; SEREH WANGI; IP2TP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5002 |
