TRUNOJOYO-KP-23587-190311100031-Septi Juwita Ningrun_190311100031_Laporan PKl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki berbagai macam plasma
nutfah salah satunya adalah mangga. Mangga merupakan salah satu jenis tanaman
tropis yang mudah tumbuh di Indonesia, terutama di wilayah Pasuruan, Jawa Timur
tepatnya di IP2TP Cukurgondang. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi
Pertanian Cukurgondang atau yang disingkat dengan IP2TP merupakan salah satu
kebun percobaan di bawah Balai Penelitian Buah Tropika, Kementerian Pertanian
yang memiliki mangga berbagai varietas.
Mangga adalah anggota dari kingdom Plantae yang berasal dari genus
Mangifera dengan nama spesies Mangifera indica L. yang artinya tanaman dari
India berbuah mangga. Mangga merupakan salah satu jenis tanaman berbuah
musiman yang berupa pohon dan berasal dari India yang kemudian menyebar ke
wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mangga ini berpotensi untuk
dikembangkan karena memiliki tingkat keragaman genetik yang tinggi. Keragaman
genetik buah mangga ini dapat ditunjukkan dari segi variasi bentuk, ukuran dan
warna buah mangga. Mangga tumbuh berupa pohon berbatang tegak, bercabang
banyak dan bertajuk rindang hijau sepanjang tahun. Tinggi mangga dewasa bisa
mencapai 10-40 m dengan umur pohon bisa mencapai 100 tahun lebih. Morfologi
pohon mangga terdiri atas akar, batang, daun dan bunga (Luqyana dan Husni,
2019).
Ketersediaan benih berkualitas merupakan salah satu kendala untuk
meningkatkan hasil dan kualitas buah mangga. Upaya yang harus diperbaiki agar
mutu benih mangga tetap baik yaitu dengan cara perbanyakan secara vegetative
yaitu dengan teknik penyambungan (grafting). Penyambungan (grafting)
merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan cara menyisipkan pucuk
varietas unggul sebagai batang atas yang diinginkan sifatnya pada batang bawah.
Perpaduan batang atas dan batang bawah akan membentuk sambungan yang tetap
dan kekal. Teknik sambung yang diterapkan, batang bawah dan batang atas grafting
dapat menentukan keberhasilan grafting. Batang bawah diharapkan memiliki karakter perakaran yang baik dan tahan terhadap keadaan tanah, sedangkan batang
atas diharapkan memiliki karakter hasil yang baik secara kualitatif ataupun
kuantitatif. Beberapa teknik sambung tersebut antara lain sambung pucuk, lateral
grafting, clef grafting dan bark grafting (Santoso dan Parwata, 2013).
Kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) diharapkan menjadi sarana bagi
mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di dunia pekerjaan
dan dapat menerapkan teori diperkuliahan dalam dunia kerja. Disamping itu
mahasiswa juga mempunyai keterampilan khusus dalam suatu jenis komoditi
terutama mangga dan mengetahui banyak permasalahan dan kendalanya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SEPTI JUWITA NINGRUM |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | ERBANYAKAN TANAMAN; MANGGA; GRAFTING; IP2TP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4993 |
