TRUNOJOYO-KP-23580-180311100129-Laporan PKL_Mohammad Sahrul Romadhon.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia adalah negara tropik yang memiliki beragam jenis tanaman.
Iklim di Indonesia berpotensi dalam pengembangan budidaya tanaman
hortikultura. Hortikultura menjadi salah satu bagian dalam pengembangan
sektor pertanian yang terdiri dari komoditas buah-buahan, sayuran, tanaman
obat, dan tanaman hias. Buah-buahan adalah salah satu tanaman hortikultura
yang memiliki kontribusi besar dalam pertanian di Indonesia. Potensi buah-
buahan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan
masyarakat terhadap buah-buahan, sehingga buah-buahan menjadi salah satu
produk unggulan yang prospektif.
Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu
komoditas tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tingi.
Berdasarkan data (Badan Pusat Statistik, 2018) kenaikan produksi buah
alpukat pada tahun 2018 sebesar 12,92% dibandingkan dengan tahun 2017
dengan produksi sebesar 363.157 ton. Permintaan pasar terhadap buah
alpukat cukup tinggi, dilihat dari jumlah ekspor tercatat sebesar 205.547 kg.
Buah alpukat memiliki banyak manfaat antara lain dapat dijadikan bahan
kosmetik hingga obat tradisional.
Alpukat pameling termasuk varietas lokal yang berasal dari
Kabupaten Malang, varietas ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingan
dengan varietas lokal lainnya. Produktivitas alpukat pameling per tahunnya
berkisar 500 sampai 900 kg, dengan jumlah buah 500 sampai 1330
buah/pohon/tahun. Berat buah mencapai 580 sampai 1300 gr. Tanaman ini
mampu beradaptasi dengan baik di daerah dataran sedang sampai dataran
tinggi.
Permasalahan dalam budidaya tanaman alpukat salah satunya
disebabkan oleh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Secara umum
dampak yang ditimbulkan oleh serangan OPT khususnya hama berpengaruh
terhadap produktivitas serta mutu menjadi rendah. Jenis hama tanaman alpukat bervariasi pada daerah sentra budidaya alpukat hal ini dipengaruhi
oleh beberapa faktor yang mempengaruhi keberadaan hama yaitu musim
tanam, stadia tanaman, cara budidaya, musuh alami, tindakan pengendalian,
serta pola tanam. Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman alpukat
secara umum antara lain ulat kipat, ulat peliang, aphid, tungau merah,
kumbang bubuk cabang/ranting, dan lalat buah.
Laporan hama penting pada komoditas buah alpukat belum banyak
dilaporkan mengenai jenis hama pada beberapa daerah. Desa Wonorejo
terletak di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang merupakan salah satu
lokasi budidaya tanaman alpukat di Indonesia. Oleh karena hal tersebut
pentingnya melakukan studi untuk mengetahui hama utama tanaman alpukat,
dampak yang ditimbulkan, serta pengendalian hama tanaman alpukat di Desa
Wonorejo.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Mohammad Sahrul Romadhon |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | HAMA TANAMAN; ALPUKAT |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4972 |
