TRUNOJOYO-KP-23576-190311100022-Laporan PKL_FirmanBagusPrayoga.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Kegiatan PKL merupakan salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk
dapat menyelesaikan tugas akhir dalam jenjang strata 1. Kegiatan PKL wajib
dilaksanakan bagi mahasiswa semester 5 yang dilaksanakan selama kurang lebih 1
bulan. Kegiatan PKL ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pelatihan dan cara
penerapan ilmu kuliah yang didapatkan mahasiswa dari proses pembelajaran di
bangku kuliah yang dilakukan di sebuah perusahaan, lembaga atau instansi. Selain
itu, mahasiswa juga dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan
tentang dunia kerja.
Keberhasilan peningkatan produksi dalam usaha tani sangat dipengaruhi
oleh masukkan berbagai faktor produksi, yang salah satunya adalah penggunaan
benih bermutu diharapkan akan meningkatkan produktifitas persatuan luas,
adanya keseragaman pertanaman dan mutu produk yang dihasilkan, dapat
mengurangi serangan hama penyakit dan lain-lain. Peningkatan produksi akan
berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani apabila ada jaminan pasar
dengan harga yang memadai.
Tanaman tembakau (Nicotiana tabaccum L.) merupakan tanaman tropis asli
amerika. Tanaman tembakau telah menyebar keseluruh Amerika Utara. Pada
tahun 1556, tanaman tembakau diperkenalkan di Eropa, dan mula-mulanya
dipergunakan hanya untuk keperluan dekorasi dan kedokteran/medis saja.
JeanNicot, yang pertama kali melakukan eksploitasi tanaman ini di Perancis.
Kemudian tanaman tembakau menyebar dengan sangat cepat diseluruh Eropa,
Afrika, Asia dan Australia (Matnawi, 1997)
Penanaman dan penggunaan tembakau di Indonesia sudah dikenal sejak
lama. Komoditi tembakau mempunyai arti yang cukup penting, tidak hanya
sebagai sumber pendapatan bagi para petani, tetapi juga bagi Negara Tanaman
Tembakau merupakan tanaman semusim, tetapi di dunia pertanian termasuk
dalam golongan tanaman perkebunan dan tidak termasuk golongan tanaman
pangan. Tembakau (daunnya) digunakan sebagai bahan pembuatan rokok. Usaha
Pertanian tembakau merupakan usaha padat karya. Meskipun luas areal
perkebunan tembakau di Indonesia, diperkirakan hanya sekitar 207.020 hektar, namun jika dibandingkan dengan pertanian padi, pertanian tembakau
memerlukan tenaga kerja hampir tiga kali lipat. Seperti juga ada kegiatan
pertanian lainnya, untuk mendapatkan produksi tembakau dengan mutu yang
baik, banyak faktor yang harus diperhatikan selain faktor tanah, iklim,
pemupukan dan cara panen. Maka dari itu penting mengetahui bagaimana
sistem budidaya tanaman tembakau (Hariyadi et al, 2017).
Tanaman tembakau merupakan tanaman perkebunan sebagai bahan baku
industri untuk produk rokok yang memiliki nilai ekonomis sangat menjanjikan.
Sistem budidaya tanaman tembakau sama dengan sistem budidaya untuk tanaman
perkebunan lainnya yaitu terdiri dari pembenihan, pembibitan, penyiapan lahan,
penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen (Bambang, 2018).
Salah satu lembaga pemerintahan untuk pnetapan mutu benih tanaman
perkebunan di Indonesia adalah Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman
Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. BBPPTP ini memiliki beberapa kebijakan yang
salah satunya adalah penentapan mutu dan sertifikasi benih khususnya untuk
benih tanaman perkebunan. Perlu diketahui, benih sangat berperan penting dalam
pengembangan tanaman perkebunan, karena benih yang digunakan untuk
pertanaman akan menentukan mutu tanaman yang dihasilkan di masa mendatang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FIRMAN BAGUS PRAYOGA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PENGUJIAN; STANDAR MUTU; BENIH; TEMBAKAU; KASTURI; BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:34 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4965 |
