TRUNOJOYO-KP-23564-190311100032-ALVIA ARI DAMAYANTI_190311100032_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Perguruan Tinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan memiliki
peran sangat besar dalam upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan
peningkatan daya saing bangsa (Asnawi, 2005). Dalam masa ini mahasiswa
diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang profesional. Untuk
memasuki dunia kerja, tidak hanya dituntut untuk lulus berbekal kecerdasaan
intelektual saja namun harus memiliki kemampuan dasar. Kemampuan dasar yang
dimaksud antara lain pengetahuan (Knowledge), keterampilan (Skill), dan sikap
(Attitude). Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah program Praktik Kerja Lapangan
sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh ketiga
kemampuan dasar dalam bekerja yang dibutuhkan setelah menyelesaikan
pendidikan. Praktik Kerja Lapangan merupakan sarana penting bagi mahasiswa
untuk pengembangan diri dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan
mengikuti program PKL ini mahasiswa sangat diharapkan dapat mengetahui, mengenal, dan memiliki pengalaman dengan kondisi dunia kerja (Mahfud, 2016). Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP)
Cukurgondang Pasuruan merupakan salah satu tempat untuk melakukan kegiatan
PKL yang merupakan salah satu unit sarana penelitian dari Badan Penelitian dan
Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian yang telah berdiri
sejak tahun 1938 yang berfungsi sebagai kebun koleksi mangga dan merupakan
kebun koleksi plasma nutfah mangga di Indonesia. Selain tanaman mangga
sekarang komoditas utamanya, terdapat tanaman lainnya yaitu pepaya, alpukat, jambu air, jambu kristal, sawo dan anggur yang dibudidayakan. IP2TP
Cukurgondang memiliki luas 13,02 ha yang terbagi atas Kebun I seluas 11,87 ha
dan Kebun II seluas 1,15 ha yang berada di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang terletak pada 20 km arah Timur kota
Pasuruan. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman
hayati, salah satunya yaitu buah lokal yang tersebar di wilayah Indonesia. Buah lokal merupakan buah-buahan yang tumbuh di Indonesia dan ditanam oleh
penduduk Indonesia. Indonesia negara tropis yang ditumbuhi jenis tanaman yang
dapat digunakan sebagai sumber pangan, diantaranya adalah tanaman alpukat. Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan tanaman asal Amerika Tengah, akan tetapi penyebarannya hingga sekarang banyak dijumpai serta tumbuh luas di
sebagian besar negara tropis dan subtropis (Putri et al., 2016). Benih tanaman alpukat dapat dihasilkan melalui perbanyakan secara
generatif, vegetatif maupun kombinasi keduanya. Perbanyakan secara generatif
yaitu dengan biji umumnya untuk penyediaan batang bawah sebagai pendukung
batang atas. Jika digunakan sebagai induk, tanaman asal biji akan menghasilkan
pohon yang tinggi, masa produksi lama, dan menghasilkan buah yang beragam. Perbanyakan vegetatif pada alpukat dapat dilakukan secara okulasi (penempelan)
dan grafting (penyambungan). Tanaman hasil perbanyakan secara vegetatif akan
menghasilkan benih unggul dan akan berbuah sesuai dengan induknya. Cara
perbanyakan secara penyambungan lebih disukai dan akan memberikan persen
keberhasilan yang lebih tinggi, yaitu di atas 90% jika dibandingkan dengan
penempelan. Perbanyakan dengan cara generatif didapatkan langsung melalui biji. Benih yang didapatkan melalui cara ini memiliki keungulan pada perakaran yang
kuat dan dapat diproduksi masal, akan tetapi tanaman akan berbuah cukup lama
serta ketidaksesuaian buah dengan tanaman induknya. Perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat dilakukan pada tumbuhan
dengan kambium aktif. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan
memanfaatkan bagian tumbuhan seperti cabang, batang, pucuk akar dan umbi- umbian untuk menghasilkan tumbuhan baru yang identik dengan tetuanya. Pada
tanaman alpukat, memungkinkan dilakukan dengan cara grafting. Perbanyakan
vegetatif dengan grafting dilakukan secara artifisial yaitu dengan tiga cara, sambung celah atau sambung V, sambung balik celah V, dan sambung samping
melalui teknologi sambung. Dalam melakukan ketiga cara tersebut, diperlukan
pengetahuan professional agar hasil grafting tidak mengalami kegagalan. Keunggulan grafting adalah mudah dalam pengoperasiannya, dapat diperbanyak
sesuai dengan jenis tanaman, kondisi batang atas dan bagian bawah serta
lingkungan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALVIA ARI DAMAYANTI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN; ALPUKAT; GRAFTING VARIETAS ALIGATOR; IP2TP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:48 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4931 |
