TRUNOJOYO-KP-33206-210331100101_Laporan PKL_TIP.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pengenalan sejarah tentang industri MSG PT Daesang inggredient
Indonesia merupakan perusahaan penanaman modal asing dari Korea Selatan
yang berdiri dari tahun 1973 berlokasi pada Kecamatan Driyorejo, Kabupaten
Gresik, Jawa Timur. PT Daesang merupakan anak perusahaan dari Daesang corp,
yang merupakan suatu perusahaan fermentasi terbesar di dunia yang terletak
pada Korea Selatan. PT Daesang inggredient sendiri merupakan perusahaan yang
bergerak sebagai Business to Business. Pada tahun 1976 PT jico agung didirikan
dan menjadi pendistribusi bagi PT Daesang inggredient (B2C) bisnis to customer.
dan pada tahun 1978 mulai produksi Monosodium glutamat (MSG) secara
komersil. Kemudian tahun 2021 terdapat perubahan nama dari PT Miwon
Indonesia menjadi PT Daesang inggredient Indonesia (Dwi dan Lokajaya, 2023).
PT Daesang tidak hanya dikenal melalui standart kualitas yang tinggi,
tetapi juga dapat diterima oleh berbagai komunitas di seluruh belahan dunia
dengan berbagai macam persyaratan dan ketentuan. Proses produksi MSG
proses produksi MSG melibatkan fermentasi bahan baku seperti molase atau pati
oleh bakteri seperti Corynebacterium glutamicum untuk menghasilkan asam
glutamate (Christina, 2017). Asam glutamate kemudian diekstraksi, dimurnikan,
dan dikristalkan untuk membentuk kristal MSG, kristal MSG kemudian dikeringkan
dan dikemas untuk digunakan dalam makanan (Kurnia, Retnaningsih dan
Aridinanti, 2013). Didalam proses produksi MSG diperlukan proses rendemen,
rendemen itu sendiri adalah istilah yang digunakan untuk mengukur efisiensi atau
hasil dari suatu proses atau kegiatan. Secara umum, rendemen mengacu pada
perbandingan antara output yang dihasilkan dengan input yang digunakan dalam
suatu proses. Ini dapat dinyatakan dalam bentuk persentase atau perbandingan
numerik lainnya. Peran penting perhitungan rendemen dalam produksi MSG
sangat penting, karena mencerminkan efisiensi dan profitabilitas proses MSG itu
sendiri (Triastuti, 2006). Rendemen mengukur jumlah produk akhir yang dihasilkan
dibandingkan dengan bahan mentah yang digunakan. Semakin tinggi
rendemennya, semakin efisien proses produksinya. dengan meningkatkan
rendemen, produsen dapat mengurangi limbah dan biaya produksi, sehingga
meningkatkan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, memahami dan
meningkatkan rendemen adalah kunci dalam mengoptimalkan produksi MSG
(Yonata dkk., 2021). Tantangan dalam produksi MSG meliputi manajemen
operasional yang kompleks, kualitas bahan mentah yang bervariasi, serta
pemilihan teknologi produksi yang tepat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANDRYAN RHAMADANI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Monosodium glutamat; Bahan Baku Pembuatan MSG ;Loss Crystal |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:33 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:48 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4925 |
