PENANGANAN PASCA PANEN ALPUKAT PAMELING (Persea americana Mill) DI PT.PARANUSA GROUP MALANG

TIWI NUR WAHYU WIJAYANI (2022) PENANGANAN PASCA PANEN ALPUKAT PAMELING (Persea americana Mill) DI PT.PARANUSA GROUP MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23560-180311100162-Laporan PKL_Tiwi Nur Wahyu W_180311100162_2021.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23560-180311100162-Laporan PKL_Tiwi Nur Wahyu W_180311100162_2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dengan berbagai sumber daya alam
yang melimpah. Terutama produk hortikultura seperti sayur dan buah-buahan
yang biasanya memerlukan penanganan ekstra setelah panen. Buah-buahan
menjadi perhatian petani, karena daya jual yang cukup tinggi dan
menjanjikan,namun hal tersebut terkendala dengan tingginya perawatan setelah
panen atau penanganan pasca panen. Padahal permintaan konsumsi buah
meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar untuk pemenuhan
secara komersil.
Alpukat berasal dari Amerika Tengah, yaitu Mexico, Peru dan Venezuela,
dan saat ini telah menyebar luas ke berbagai Negara sampai ke Asia Tenggara,
termasuk Indonesia. Buah alpukat merupakan buah klimaterik yaitu buah yang
memiliki laju respirasi meningkat tajam selama periode pematangan. Secara
biologis,fase tersebut diawali dengan pembentukan gas etilen (Winarno,2002)
Dengan peningkatan respirasi klimaterik terbesar pada hari ke-15 setelah dipetik.
Biasanya dalam kondisi tersebut adalah saat optimal untuk mengkonsumsi buah.
Buah alpukat dapat bertahan kesegarannya selama 2 – 8 minggu (Fauzia
dkk,2013). Buah alpukat banyak tumbuh di dataran tinggi dengan curah hujan
yang tinggi. Buah alpukat merupakan buah yang kaya akan gizi dan baik untuk
kesehatan. Daun alpukat juga dapat digunakan untuk obat ginjal dan hipertensi
(Antia dkk,2005). Buah alpukat memiliki sifat yang mudah rusak,terutama karena
kondisi lingkungan yang tidak sesuai seperti suhu yang tinggi,dan udara yang
terlalu lembab. Hal tersebut dapat mempercepat kerusakan buah alpukat. Hal ini
menyebabkan suatu permasalahan terkait dengan penyediaan buah alpukat yang
berkualitas tinggi sebagai persediaan bagi konsumen baik lokal maupun ekspor.
Masalah lain yang dihadapi dalam penanganannya adalah mudah rusaknya
kualitas buah alpukat jika tidak ditangani dengan baik. Setelah dipanen para
pedagang biasannya langsung memasarkan buah alpukat tanpa memperhatikan
teknik penyimpanan yang sesuai sehingga buah alpukat mudah mengalami
kerusakan fisik. Dengan demikian diperlukan teknik penanganan pasca panen untuk mempertahankan kualitas fisik buah alpukat sehingga dapat memenuhi
permintaan konsumen dalam jangka waktu yang lebih panjang dan dapat
memasarkan buah alpukat kedaerah yang lebih jauh dari tempat produksi dalam keadaan segar (Hakim,2018).
Alpukat Pameling adalah buah alpukat khas dari desa Wonorejo malang.
Buah alpukat pameling ini mempunyai ciri khas bentuk bulat lonjong,dan besar
mencapai 1,3 kg. Buah alpukat pameling termasuk Alpukat jenis baru yang belum
banyak dikenal oleh masyarakat. Hal ini di sebabkan karena buah alpukat
pameling ini belum terkenal dan belum banyak dikembangkan di seluruh
Indonesia. Alpukat pameling memiliki ciri khas rasa yang gurih dan daging yang
sangat tebal. Alpukat pameling bertekstur lembut berair sehingga daging buah
tidak terlalu padat. Biji alpukat pameling tergolong kecil dengan ukuran buah
yang relatif besar.
Pasca panen adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak produk
dipanen sampai siap dikonsumsi dalam bentuk produk segar atau sampai siap
diolah atau sebagai bahan produk olahan. Penanganan pasca panen sendiri dapat
meliputi pengeringan (Drying), pendinginan (Precooling), pemulihan (curing),
pengikatan (bunching), pencucian (washing), pembersihan (cleaning,trimming),
dan sortasi. Di Indonesia sendiri penanganan pascapanen produk hortikultura
belum diterapkan dengan baik,sehingga produk mengalami penyusutan mutu yang
sangat banyak sehingga berpotensi rugi secara ekonomi. Penanganan pasca panen
sangat diperlukan dalam menangani hasil hortikultura. Kegiatan pasca panen
hortikultura dapat mencegah terjadinya perubahan-perubahan yang tidak
diinginkan yang menimpa produk pertanian khususnya hortikultura.
Skema umum penanganan pascapanen produk hortikultura di Indonesia
misalnya buah-buahan dimulai dari panen yang merupakan operasi
utama,kemudian pengemasan,transportasi dan kemudian distribusi ke pedagang
atau pengecer. Segala jenis operasi pasca panen harus diperhitungkan karena
beberapa operasi tersebut dapat menimbulkan suatu dampak yang kurang baik
terhadap produk yaitu penurunan mutu. Pada tahap pemanenan kondisi
cuaca,ketuaan buah,dan cara pemanenan merupakan faktor yang dapat
mempengaruhi kualitas buah dan hal yang harus dipertimbangkan jika menginginkan mutu produk yang prima. Setalah panen dilakukan penanganan di
lapangan seperti sortasi,pengemasan,atau produk langsung dibawa ke rumah
produksi dimana pendinginan, pembersihan, pematangan, pengemasan, dan
penyimpanan dilakukan,proses ini biasanya menggunakan peralatan mekanis yang
merupakan fasilitas dari rumah produksi. Kemudian produk dapat di distribusikan
ke industri pengolahan,ke gudang untuk disimpan atau dipasarkan langsung ke
pengecer.
Laporan mengenai penanganan pasca panen alpukat pameling belum
banyak dilaporkan. Hal ini dikarenakan buah alpukat pameling tergolong jenis
alpukat varietas baru dan belum banyak dikenal masyarakat. Desa Wonorejo
terletak di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang merupakan sentra penghasil
buah alpukat pameling. Oleh karena hal tersebut maka pengetahuan penanganan
pasca panen buah alpukat pameling sangat perlu untuk diketahui mengingat buah
alpukat pameling ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan buah alpukat
lokal dan varietas lainnya.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
TIWI NUR WAHYU WIJAYANI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords PANEN; PASCA PANEN; ALPUKAT PAMELING
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:33
Last Modified 24 Oct 2026 16:48
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4917

Actions (login required)

View Item
View Item