TEKNIS PENGUKURAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN SAMPAH LAUT ANORGANIK DI WILAYAH WISATA MANGROVE WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA

MUHAMMAD NAUFAL HISYAM (2024) TEKNIS PENGUKURAN KERAPATAN MANGROVE DENGAN SAMPAH LAUT ANORGANIK DI WILAYAH WISATA MANGROVE WONOREJO KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-33200-200341100073-Laporan PKL IKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-33200-200341100073-Laporan PKL IKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sampah dari air dan tanah adalah masalah utama di dunia saat ini, dan
sebagian besar limbah yang dihasilkan oleh manusia adalah plastik. Sebagaimana
dinyatakan dalam (Agustini et al., 2016) dan (NOAA, 2013), Mendefinisikan
sampah laut sebagai padatan persisten yang telah dibuat atau diproses oleh manusia,
baik secara langsung maupun tidak langsung, sengaja atau tidak sengaja, dan
kemudian dibuang atau ditinggalkan di lingkungan laut. Jenis limbah laut
melibatkan berbagai bahan seperti plastik, kain, busa, styrofoam, kaca, keramik,
logam, kertas, karet, dan kayu. Klasifikasi marine debris dibedakan berdasarkan
ukuran yaitu megadebris (> 100 mm), makrodebris (> 20-100 mm), mesodebris (>
5-20 mm), dan mikrodebris (0.3-5 mm). Menurut penelitian (Jambeck et al., 2015)
yang dikutip oleh (Marsondang et al., 2016), Indonesia menduduki peringkat kedua
sebagai penyumbang sampah terbesar di dunia setelah China yang membuang
sampah ke dalam laut.
Sampah laut memiliki pengaruh negatif terhadap ekosistem, saat ini salah satu
masalah lingkungan yang paling memprihatinkan. Setiap zat padat yang telah
diproduksi, diproses, atau dibuang dan ditinggalkan di lingkungan maritim dikenal
sebagai sampah laut. sengaja atau tidak sengaja membuang polutan ke laut dari
darat melalui sungai atau di laut (Portman Brennan, 2017). Menurut Hastuti
(2014) mencatat bahwa plastik membentuk lebih dari 77,7% sampah makro di
lingkungan mangrove di Pantai Indah Kapuk, dengan styrofoam berada di urutan
kedua sebesar 18,1%. Ketebalan sampah makro mencapai 180 m. Kejadian serupa
terlihat di lingkungan mangrove di Suaka Margasatwa Muara Angke, di mana
akumulasi sampah menghambat perluasan ekosistem mangrove.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MUHAMMAD NAUFAL HISYAM
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords Sampah Laut (Merine Debris); Sampah Anorganik; Ekosistem Mangrove; Dampak Sampah Laut Terhadap Ekosistem
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:33
Last Modified 24 Oct 2026 16:48
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4911

Actions (login required)

View Item
View Item