TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Abstract.pdf
Download (332kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Chapter 1.pdf
Download (230kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (357kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (357kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (525kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (328kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33187-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (491kB)
Abstract
Karakteristik air tanah yang cocok digunakan untuk produksi garam yaitu harus memiliki kandungan garam yang tinggi agar proses penguapan menjadi lebih efektif dalam produksi garam. Air tanah juga harus memiliki kandungan kotoran yang minim, mempunyai pH yang stabil 6-8. Petambak garam masih banyak mengunakan cara tradisional dengan menguapkan air laut. Hasil dari produksi garam dengan menggunakan cara tradisional didapatkan hasil kandungan NaCl yang rendah, sehingga warna garam yang dihasilkan tergolong tidak putih bersih atau lebih condong ke buram. Oleh karena itu, perlu adanya teknik produksi garam dengan menggunkan metode lain yang lebih efektif dari metode-metode sebelumya. Salah satu metode yang bisa digunakan yaitu metode hidroekstraksi. Metode hidroekstraksi merupakan metode pemurnian garam yang dilakukan untuk mereduksi pengotor yang tergandung pada kristal garam.ujuan penelitian ini yaitu mengetahui proses produksi garam bahan baku menggunakan sumber air tanah dengan metide konvensional dan metode hidroekstraksi, perubahan parameter lingkungan, karakterristik fisika kimia, dan hasil uji korelasi anatara kadar air dan kadar NaCl serta hubungan antara tiap parameter lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan prototypeGaram yang dihasilkan memiliki ukuran yang berbeda pada garam dengan metode konvensional memiliki ukuran yaitu 1,1 mm, 1,1 mm, 1,5 mm, 2,3 mm, dan 1,4 mm. Sedangkan pada garam dengan metode konvensional memiliki ukuran yaitu 3,2 mm, 2,4 mm, 3,5 mm, 2,2 mm, dan 2,5 mm. 1,1 mm – 3,5 mm.parameter lingkungan yang memiliki hubungan korelasi tinggi yaitu suhu ruang dan kelembapan ruang serta intensitas cahaya dan suhu air. Hasil kadar air pada metode konvensional yaitu 5,42 sedangkan metode hidroekstraksi yaitu 2,10. Hasil kadar NaCl metode konvensional yaitu 82,16 dan metode hidroekstraksi yaitu 91,44.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SULASTIANA SETIAWATI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Garam;Konvensional;Hidroekstraksi;Fisika;Kimia;Parameter Lingkungan |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:32 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:48 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4862 |
