TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-ABSTRAK.pdf
Download (190kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (542kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Chapter1..pdf
Download (311kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Chapter2..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Chapter3..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (464kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Chapter4..pdf
Restricted to Repository staff only
Download (355kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (186kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (310kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33136-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (549kB)
Abstract
Melon sangat diminati masyarakat indonesia karena nilai gizi dan rasanya yang enak. Akan tetapi budidaya pada melon lahan terbuka sering kali memiliki kendala yaitu terserangnya penyakit tular udara yaitu downy mildew. Salah satu cara yang perlu diperhatikan agar melon terhindar dari penyakit tular udara adalah menggunakan cara budidaya melon merambat ke tanah atau tanpa ajir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh juga interaksi antara varietas dan pemangkasan terhadap hasil produksi dan tingkat serangan downy mildew pada sistem budidaya melon tanpa perambatan pada ajir. Penelitian dilaksanakan pada lahan percobaan agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura dari bulan februari-april 2024. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap faktorial, terdiri ats 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas terdiri dari 3 varietas: 2 varietas kandidat (V1,V2) dan 1 varietas pembanding (V3). Faktor kedua adalah teknik pemangkasan, terdiri dari 4 metode: batang utama dipangkas setelah 12 daun dari tunas lateral tempat buah diletakkan, semua tunas lateral dipelihara (P1), batang utama dipangkas setelah 12 daun dari tunas lateral tempat buah diletakkan, semua tunas lateral dibuang (P2), batang utama dipangkas setelah 12 daun dari tunas lateral tempat buah diletakkan, satu tunas lateral dipelihara (P3), batang utama dipangkas setelah 12 daun dari tunas lateral tempat bauh diletakkan, dua tunas lateral dipelihara (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keparahan penyakit downy mildew rendah yaitu 14% dan awal terjadi di minggu ke empat. Pada parameter pengamatan hasil prosuksi tanaman melon menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan pemangkasan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata, namun pada setiap parameter hasil produksi cenderung memiliki rerata tertingginya masing-masing. Sehingga ditemukan perlakuan terbaik diperoleh pada varietas pembanding (V3) dengan metode pemangkasan yang menyisakan satu cabang utama dan satu cabang lateral (P3).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMMAD NUR KHOLIS |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | downy mildew melon pemangkasan varietas |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:48 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4703 |
