TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Abstrak.pdf
Download (86kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Cover.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Chapter 1.pdf.pdf
Download (15kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Chapter 2.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (28kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Chapter 3.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (154kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Chapter 4.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (256kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Conclution.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Refrences.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (126kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-6552-110331100086_Apendince.pdf.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
Abstract
Biji kelor merupakan tanaman yang kaya akan senyawa antioksidan. Senyawa ini dapat menghambat, menunda, mencegah, atau memperlambat reaksi oksidasi meskipun dalam konsentrasi yang kecil. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam penentuan antioksidan yaitu proses ekstraksi. Ekstraksi merupakan suatu metode operasi yang digunakan untuk memisahkan zat tertentu menggunakan berbagai jenis pelarut. Pelarut yang dapat digunakan adalah pelarut etanol dan aquades. Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh preparasi sampel yang paling tepat dan konsentrasi pelarut yang paling baik untuk mendapatkan aktifitas antioksidan dari ekstrak biji kelor. Parameter yang diuji yaitu mengukur aktifitas antioksidan ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) dengan menggunakan metode DPPH dan IC50. Pengujian ini menggunakan biji kelor kering dan segar dengan menggunakan pelarut aquades 100 % dan etanol dengan 4 konsentrasi yaitu etanol 20%, 50%, 70% dan 100%. Hasil dari penelitian pada ekstrak biji kelor merupakan bahan pangan yang mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon, flavonol, isoflavon, katekin dan kalkon. Pada penelitian ekstrak etanol 20% merupakan perlakuan yang dapat menghambat aktifitas antioksidan tertinggi dengan nilai penghambat (%) 80,78% dan ekstrak etanol 20% dipilih sebagai uji IC50 dimana IC50 merupakan nilai konsentrasi suatu bahan untuk menghambat aktivitas antioksidan DPPH sebesar 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antioksidan yang terdapat pada ekstrak biji kelor mendapatkan hasil yang efektif dan dapat diterima dengan nilai IC50 sebesar 0,157 mg/ml.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ULFATUL FITRIYAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | Ekstraksi, Antioksidan, Biji Kelor. |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:48 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/4689 |
